Tawuran Antar Warga Pecah Lagi di Manggarai, Gubernur Pramono Siapkan Solusi Jangka Panjang

AKURAT JAKARTA - Aksi tawuran antarwarga Manggarai kembali pecah di sekitar Stasiun Manggarai di kawasan Bukit, Duri, Tebet, Jakarta Selatan pada Jumat (21/8/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB.
Akibatnya, perjalanan kereta rel listrik (KRL) lintas Jakarta-Bogor sempat terganggu imbas tawuran tersebut.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Mohammad Iskandarsyah mengatakan, tawuran tersebut diduga melibatkan warga sekitar yang mengalami konflik internal dengan kelompok warga lainnya.
Baca Juga: Legistlator Golkar Ramly HI Minta Kantor Karang Taruna Jadi Prioritas untuk Cegah Tawuran
Menanggapi insiden tersebut, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak ingin menangani persoalan tawuran antarremaja secara kasuistik atau hanya dilakukan ketika terjadi bentrokan.
Pramono menilai, salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah menyediakan fasilitas publik agar energi anak-anak muda dapat disalurkan ke kegiatan yang lebih positif.
"Di dalam menyelesaikan persoalan tawuran, saya lebih ingin menyelesaikan bukan dengan cara apa yang bersifat kasuistik hanya sesaat saja, tetapi yang paling utama dan terutama adalah bagaimana anak-anak muda itu energinya tersalurkan secara lebih baik," ujar Pramono di Gereja HKBP Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, keberadaan fasilitas publik dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk menyalurkan aktivitas sekaligus membangun interaksi yang lebih positif.
Mantan Sekretaris Kabinet RI itu mencontohkan penyediaan berbagai fasilitas olahraga, salah satunya sarana olahraga tinju di Jakarta Timur.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif kegiatan bagi anak muda sehingga energi mereka tidak tersalurkan melalui aksi tawuran.
"Di dalam menyelesaikan itu tidak semata-mata kemudian hanya bersifat jangka pendek saja. Saya ingin menyelesaikannya lebih mendasar dan berjangka panjang," tegasnya.
Pramono mengatakan, tawuran di Manggarai terjadi akibat persoalan kecil antar kelompok yang kemudian berkembang menjadi konflik.
"Terutama yang di Manggarai sebenarnya kemarin terjadi dua kelompok yang sebenarnya kecil persoalannya, karena ketersinggungan dan sebagainya, anak-anak mudanya melakukan tawuran," tukasnya.
Di sisi lain, Pemprov DKI juga telah berkoordinasi dengan jajaran penegak hukum untuk mengantisipasi potensi konflik antarkelompok remaja, khususnya di kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







