Jakarta

Usai Ditinjau Petugas, Warga Minta Rembesan Air Laut di Muara Baru Segera Ditangani

Laode Akbar | 6 Agustus 2026, 21:49 WIB
Usai Ditinjau Petugas, Warga Minta Rembesan Air Laut di Muara Baru Segera Ditangani
Kondisi terkini lokasi rembesan air laut di kawasan tanggul Muara Baru, Jakarta Utara (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Warga di sekitar kawasan tanggul Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera menangani rembesan air laut yang muncul dari celah retakan jalan.

Harapan itu disampaikan setelah petugas pemerintah disebut telah beberapa kali meninjau lokasi, namun hingga kini belum ada perbaikan.

Salah seorang warga mengatakan, rembesan air laut tersebut telah berlangsung lebih dari dua tahun.

Baca Juga: Legislator Golkar Ramly HI Dorong Revitalisasi GOR Berusia Lebih dari 50 Tahun untuk Dukung Pembinaan Pemuda

Meski belum sampai menyebabkan banjir di kawasan sekitar, kondisi itu dinilai perlu segera ditangani agar tidak semakin parah.

"Tadi orang Pemda-nya udah kontrol-kontrol. Nggak tahu lah dikontrolnya kapan, ngerjainnya kapan. Intinya udah dikontrol-kontrol gitu. Udah banyak kok yang lihatin di sini," ujarnya saat ditemui Akurat Jakarta di lokasi, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, rembesan air laut muncul mengikuti kondisi pasang surut. Saat air laut sedang pasang, air akan keluar melalui retakan jalan, sementara ketika surut debit rembesan ikut berkurang.

"Ini bukan setiap jam, ini kan ikutin di sananya, pasang surut," katanya.

Ia mengaku fenomena tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak sekitar dua tahun lalu, bahkan kemungkinan lebih lama.

Namun, saat itu rembesan masih tergolong kecil dan belum mengganggu aktivitas warga.

"Udah dua tahun... ya lebih. Tadinya rembesan gitu-gitu aja sih, terus larinya ke got. Nggak sampai banjir gitu," ucapnya.

Warga menduga rembesan terjadi akibat perubahan kondisi di kawasan pesisir yang membuat air laut mencari jalan keluar ke daratan.

"Karena di tengahnya kan diurukin terus. Ibarat kita air di gelas ditaruhin batu, muncrat airnya. Ke mana larinya kalau nggak lari ke darat?" tuturnya.

Meski demikian, ia menilai keberadaan tanggul yang telah dibangun cukup membantu menahan air laut agar tidak meluap ke kawasan permukiman.

"Untungnya itu udah bikin tanggul, jadinya nggak meluap airnya. Cuma rembes-rembes kayak itulah," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengakui adanya rembesan air laut di kawasan tanggul Muara Baru, Jakarta Utara.

Ia telah meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk melakukan pengecekan dan pemantauan kondisi tanggul guna memastikan tidak terjadi kerusakan yang lebih serius.

Ia juga menyebut rembesan yang terjadi masih dalam kategori kecil dan bukan kondisi yang mengkhawatirkan.

"Kebetulan saya mengikuti apa yang ada di Muara Baru. Memang ada rembesan-rembesannya, mohon maaf bukan yang besar tapi kecil, tapi memang merembas," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/8/2026). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y