Jakarta

Penjualan Menurun, Pedagang Kecil Terdampak Proyek Galian di Joglo Berharap Ada Kompensasi

Laode Akbar | 29 Juli 2026, 18:46 WIB
Penjualan Menurun, Pedagang Kecil Terdampak Proyek Galian di Joglo Berharap Ada Kompensasi
Kondisi salah satu pedagang yang terdampak proyek galian saluran air di Jl. Haji Muchtar, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Sejumlah pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Haji Muchtar, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan kompensasi atas dampak proyek revitalisasi saluran air yang membuat penjualan mereka menurun.

Para pedagang mengaku omzet usaha merosot sejak proyek galian dimulai. Akses menuju warung menjadi sulit sehingga banyak pengendara, terutama roda dua, enggan berhenti untuk berbelanja.

Seorang pedagang sate di lokasi mengaku hingga kini belum pernah mendapat informasi mengenai kompensasi bagi pelaku usaha yang terdampak proyek.

Baca Juga: Usut Kematian Sutrimo di Kebayoran Baru, Polda Metro Jaya Libatkan Puslabfor Polri

Menurutnya, warga hanya menerima pemberitahuan melalui grup RT mengenai jadwal pelaksanaan pekerjaan.

"Masalah ini? Enggak ada, ya mungkin nggak ada kali, cuma pemberitahuan dari awal, Pak RT nge-share di grup tuh, grup RT, bahwa mulai tanggal sekian perkiraan sampai tanggal sekian bulan ini," ujarnya saat ditemui, Rabu (29/7/2026).

Meski demikian, ia berharap proyek dapat segera rampung agar aktivitas usaha kembali normal.

Pedagang tersebut juga mengaku sempat mendengar kabar adanya kompensasi bagi pedagang di wilayah lain, namun tidak mengetahui kepastiannya.

"Kalau untuk orang wilayah Ciledug katanya kata anak saya, situ pengusaha-pengusaha yang pinggir jalan sehari dikasih Rp100 ribu katanya. Orang sini warganya pada anteng-anteng aja, kita tinggal ngikutin yang lain," tuturnya.

Harapan serupa disampaikan pemilik warung sembako, Ninok (30). Ia mengatakan para pedagang sempat bercanda mengenai kemungkinan adanya bantuan dari pemerintah untuk meringankan dampak proyek terhadap usaha mereka.

"Kemarin kita sesama pedagang tuh ngomong gitu. Ngomong sambil bercanda ya, kalau ada kompensasi Rp50.000 lah sehari mah lumayan," kata Ninok.

Namun hingga kini, menurutnya, belum ada bentuk kompensasi yang diterima para pedagang.

"Ya harapannya mah ada (dapat kompensasi)," ujarnya.

Ninok mengaku penjualan di warungnya turun drastis karena pengendara roda dua yang biasanya berhenti membeli minuman dan makanan ringan kini kesulitan menepi akibat proyek galian.

"Sangat, sangat menurun (penjualan). Orang yang jalan naik motor itu kan jadi enggak bisa ke sini," katanya.

Akibatnya, pelanggan yang datang kini didominasi warga sekitar.

"Jadi sekarang yang beli konsumennya paling orang-orang belakang, warga yang di belakang," ucapnya.

Sebelumnya, Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat memastikan akan berupaya untuk mempercepat penyelesaian proyek revitalisasi saluran air di kawasan Jalan Haji Muchtar, Joglo, Kembangan.

Kasudin SDA Jakarta Barat, Mustajab, menjelaskan bahwa pengerjaan penggalian tersebut merupakan bagian dari infrastruktur prioritas untuk penanganan banjir di wilayah tersebut.

Namun, ia menyampaikan tidak ada alokasi kompensasi finansial bagi para pemilik usaha atau warung yang terdampak pengerjaan proyek tersebut.

"Tidak ada. Ini proyek untuk menangani infrastruktur penanganan banjir di sana. Nanti kami beri pemahaman kepada warga," ujar Mustajab. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y