Jakarta

Gubernur Pramono Minta PS dan Sency Bangun Terowongan Penghubung Bawah Tanah, Selain Urai Macet Juga Sediakan Ruang UMKM

Laode Akbar | 8 Juli 2026, 15:30 WIB
Gubernur Pramono Minta PS dan Sency Bangun Terowongan Penghubung Bawah Tanah, Selain Urai Macet Juga Sediakan Ruang UMKM
Ilustrasi - Mal Plaza Senayan

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan rencana pembangunan terowongan bawah tanah yang menghubungkan Plaza Senayan (PS) dan Senayan City (Sency) sebagai upaya mengurai kemacetan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Selain memperlancar mobilitas pejalan kaki, ruang di dalam terowongan juga akan dimanfaatkan sebagai area bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Pramono, Jakarta membutuhkan penataan infrastruktur yang mampu mengurangi titik-titik kemacetan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat.

Baca Juga: Marak Pencurian Besi di JPO hingga Taman, Gubernur Pramono Ancam Cabut KJP dan Bansos Pelaku

"Jakarta memang harus dikelola menjadi lebih baik. Hal-hal yang menjadi simpul-simpul kemacetan itu harus diurai. Salah satu yang terjadi antara Plaza Senayan dengan Senayan City yang sebenarnya bisa dibuat menjadi lebih simpel yang sangat akan memberikan keuntungan kedua belah pihak," kata Pramono kepada wartawan, Selasa (7/7/2026).

Ia mengatakan, selain menjadi jalur penghubung antarkedua pusat perbelanjaan, terowongan tersebut juga dirancang memiliki nilai ekonomi dengan menyediakan ruang usaha bagi UMKM.

"Ruang di bawahnya bisa dimanfaatkan untuk berjualan UMKM dan sebagainya," tuturnya.

Pramono menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta telah meminta pengelola Plaza Senayan dan Senayan City untuk membangun konektivitas tersebut secara bersama-sama.

Baca Juga: Ingat! Registrasi Kartu Seluler Baru Wajib Pakai Verifikasi Wajah Alias Biometrik, Kemkomdigi Bakal Tindak Tegas Operator Bandel

Ia juga telah menginstruksikan Asisten Pembangunan Sekretariat Daerah DKI Jakarta, Afan Adriansyah, agar segera menindaklanjuti rencana itu.

"Dengan hal itulah kemudian Pemerintah DKI Jakarta meminta kepada dua pusat perbelanjaan ini bersedia untuk menghubungkan diri dan kemudian diatur secara bersama-sama. Sekarang ini saya sudah meminta kepada Asisten Pembangunan untuk menindaklanjuti itu dan mudah-mudahan segera ditindaklanjuti," ucapnya.

Politikus PDIP itu menilai konsep tersebut bukan hal baru bagi Jakarta. Ia mencontohkan kawasan Bundaran HI yang telah memiliki jalur bawah tanah yang menghubungkan sejumlah gedung dan terintegrasi dengan Stasiun MRT, sekaligus menyediakan ruang bagi UMKM.

"Yang lebih sulit saja bisa diatasi di Bundaran HI. Menghubungkan Grand Hyatt dengan Pullman, Pullman dengan Mandarin, Mandarin dengan Kempinski, dan nanti di bawah kemudian ada UMKM yang langsung terhubung dengan masuk ke MRT," katanya.

Baca Juga: Prediksi Skor Maxline Vitebsk vs Universitatea Craiova di Kualifikasi UCL, 9 Juli 2026: Debut Eropa sang juara Belarus diuji

Menurut Pramono, pembangunan terowongan di kawasan Senayan diperlukan karena aktivitas penyeberangan antara Plaza Senayan dan Senayan City selama ini kerap mengganggu arus lalu lintas.

"Sementara kalau di Senayan, Plaza Senayan dengan Senayan City ini kan kalau tidak dihubungkan di bawah itu sangat mengganggu transportasi dan seringkali menyebabkan kemacetan yang ada. Jadi itu kita lakukan," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.