Jakarta

Gubernur Pramono Ultimatum Mall PS dan Sency Agar Segera Bikin Terowongan Penghubung Bawah Tanah, Jika Tidak Maka Pajaknya Akan Dinaikkan

Laode Akbar | 1 Juli 2026, 14:02 WIB
Gubernur Pramono Ultimatum Mall PS dan Sency Agar Segera Bikin Terowongan Penghubung Bawah Tanah, Jika Tidak Maka Pajaknya Akan Dinaikkan
Gubernur Pramono saat menghadiri Investor Daily Roundtable di Main Hall Bursa Efek Indonesia (IDX)

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan akan mendorong konektivitas pejalan kaki bawah tanah antara mall Plaza Senayan (PS) dan Senayan City (Sency).

Bahkan, ia mengancam akan menaikkan pajak apabila kedua pusat perbelanjaan tersebut tidak bersedia menyambungkan aksesnya.

Hal itu disampaikan Pramono saat menjadi narasumber dalam Investor Daily Roundtable di Main Hall Bursa Efek Indonesia (IDX), Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).

Baca Juga: Hasil Piala Dunia Hari Ini, 1 Juli 2026: Haaland Loloskan Norwegia, Prancis Pesta Gol, Meksiko Ulang Sejarah 1986

"Untuk Senayan City dengan Plaza Senayan, itu juga saya wajibkan untuk dihubungkan di bawah. Egonya memang dari dulu tidak pernah ketemu," ujar Pramono.

Menurutnya, pembangunan akses bawah tanah akan memberikan keuntungan bagi kedua mal sekaligus memperlancar mobilitas pejalan kaki. Karena itu, ia menilai tidak ada alasan untuk menolak rencana tersebut.

"Saya bilang, kalau tidak mau disambungkan, ya sudah, pajaknya kita naikkan karena mengganggu lalu lintas. Itulah cara kerja kita," kata Pramono.

"Kita tidak usah repot, pajaknya dinaikkan saja, pasti mereka akan bersedia untuk bernegosiasi karena hal itu saling menguntungkan mereka berdua," sambungnya.

Politikus PDIP itu menilai hambatan utama selama ini bukan persoalan teknis, melainkan ego dari masing-masing pengelola yang belum menemukan titik temu.

"Tetapi karena egonya tidak pernah bertemu, itulah yang sekarang sedang kami kerjakan," ucapnya.

Baca Juga: Targetkan Juara Umum Porprov Banten VII 2026, Bupati Tangerang Berikan Motivasi Kepada Ratusan Atlet dan Pelatih

Sebelumnya, Pramono juga mengungkapkan pengembangan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD) akan terus didorong seiring pembangunan MRT hingga Kota Tua.

Menurutnya, konektivitas antarkawasan menjadi salah satu kunci untuk menghidupkan pusat-pusat ekonomi dan destinasi di Jakarta. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.