Peserta JAKIM 2026 Ada yang Meninggal, Gubernur Pramono Janji Evaluasi Layanan Kesehatan

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek layanan kesehatan dalam penyelenggaraan Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 setelah adanya peserta yang meninggal dunia dalam ajang tersebut.
Peserta tersebut bernama Agus Putranadi yang merupakan peserta kategori half marathon yang diselenggarakan pada Minggu (14/6/2026).
Pramono mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, peserta tersebut diduga mengalami serangan jantung yang disertai kondisi dehidrasi saat mengikuti lomba.
"Memang betul ada yang meninggal satu orang karena diduga ada serangan jantung kepada yang bersangkutan, kemudian mengalami dehidrasi," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Atas kejadian tersebut, Pemprov DKI berkomitmen memperbaiki sistem penanganan medis dan kesiapsiagaan kesehatan pada penyelenggaraan event olahraga berikutnya.
"Tentunya kita akan memperbaiki hal itu terutama dalam hal perawatan dan juga ketersediaan kesehatan," katanya.
Meski demikian, Pramono menilai dukungan medis yang disiapkan pada Jakarta International Marathon 2026 sebenarnya telah dilakukan secara maksimal.
Baca Juga: Prediksi Skor Ceko vs Meksiko di Piala Dunia, 25 Juni 2026: El Tri Incar Sapu Bersih Grup A
Menurutnya, jumlah ambulans, dokter, perawat, serta tenaga kesehatan yang diterjunkan di sepanjang lintasan lomba sudah lebih dari cukup dibandingkan sejumlah event lari yang pernah digelar sebelumnya.
"Dibandingkan dengan acara-acara lari yang pernah ditangani oleh Pemerintah DKI Jakarta, kemarin itu secara all out untuk ambulans, kemudian dokter, perawat, dan sebagainya sudah sangat-sangat cukup," tuturnya.
Namun demikian, Pramono mengakui bahwa insiden dalam kegiatan olahraga tetap dapat terjadi meskipun berbagai langkah antisipasi telah dilakukan oleh panitia dan pemerintah.
"Ya tapi ini namanya juga kejadian," ucap mantan Sekretaris Kabinet RI itu.
Diketahui, Medical Director BTN Jakarta International Marathon (JAKIM), dr Andhika Raspati, mengungkap kronologi meninggalnya peserta kategori half marathon, Agus Putranadi, saat mengikuti ajang lari pada Minggu (14/6/2026).
Menurut Andhika, Agus mengalami collapse atau pingsan tepat di dekat tenda medis sentral yang berada di samping garis finis sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit.
Ia menjelaskan, lokasi korban yang berada dekat dengan fasilitas medis membuat tim segera melakukan evakuasi ke tenda merah, yakni area penanganan pasien gawat darurat yang dilengkapi dokter spesialis anestesi, monitor pasien, dan peralatan setara mini intensive care unit (ICU). (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 7Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 8Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






