Jakarta

Peserta JAKIM 2026 Ada yang Meninggal, Gubernur Pramono Janji Evaluasi Layanan Kesehatan

Laode Akbar | 24 Juni 2026, 16:39 WIB
Peserta JAKIM 2026 Ada yang Meninggal, Gubernur Pramono Janji Evaluasi Layanan Kesehatan
Gubernur Pramono saat melepas pelari Jakarta International Marathon atau JAKIM 2026

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek layanan kesehatan dalam penyelenggaraan Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 setelah adanya peserta yang meninggal dunia dalam ajang tersebut.

Peserta tersebut bernama Agus Putranadi yang merupakan peserta kategori half marathon yang diselenggarakan pada Minggu (14/6/2026).

Pramono mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, peserta tersebut diduga mengalami serangan jantung yang disertai kondisi dehidrasi saat mengikuti lomba.

Baca Juga: Warning Gubernur Pramono: Penerima Bansos, KJP dan KJMU yang Masih Buang Sampah ke Sungai Bakal Diberi Sanksi Tegas

"Memang betul ada yang meninggal satu orang karena diduga ada serangan jantung kepada yang bersangkutan, kemudian mengalami dehidrasi," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Atas kejadian tersebut, Pemprov DKI berkomitmen memperbaiki sistem penanganan medis dan kesiapsiagaan kesehatan pada penyelenggaraan event olahraga berikutnya.

"Tentunya kita akan memperbaiki hal itu terutama dalam hal perawatan dan juga ketersediaan kesehatan," katanya.

Meski demikian, Pramono menilai dukungan medis yang disiapkan pada Jakarta International Marathon 2026 sebenarnya telah dilakukan secara maksimal.

Baca Juga: Prediksi Skor Ceko vs Meksiko di Piala Dunia, 25 Juni 2026: El Tri Incar Sapu Bersih Grup A

Menurutnya, jumlah ambulans, dokter, perawat, serta tenaga kesehatan yang diterjunkan di sepanjang lintasan lomba sudah lebih dari cukup dibandingkan sejumlah event lari yang pernah digelar sebelumnya.

"Dibandingkan dengan acara-acara lari yang pernah ditangani oleh Pemerintah DKI Jakarta, kemarin itu secara all out untuk ambulans, kemudian dokter, perawat, dan sebagainya sudah sangat-sangat cukup," tuturnya.

Namun demikian, Pramono mengakui bahwa insiden dalam kegiatan olahraga tetap dapat terjadi meskipun berbagai langkah antisipasi telah dilakukan oleh panitia dan pemerintah.

"Ya tapi ini namanya juga kejadian," ucap mantan Sekretaris Kabinet RI itu.

Diketahui, Medical Director BTN Jakarta International Marathon (JAKIM), dr Andhika Raspati, mengungkap kronologi meninggalnya peserta kategori half marathon, Agus Putranadi, saat mengikuti ajang lari pada Minggu (14/6/2026).

Baca Juga: Soroti Kejanggalan Tato dan Luka Korban, Netizen Desak Polda Jabar Selidiki Potensi Keterlibatan Pelaku Lain

Menurut Andhika, Agus mengalami collapse atau pingsan tepat di dekat tenda medis sentral yang berada di samping garis finis sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit.

Ia menjelaskan, lokasi korban yang berada dekat dengan fasilitas medis membuat tim segera melakukan evakuasi ke tenda merah, yakni area penanganan pasien gawat darurat yang dilengkapi dokter spesialis anestesi, monitor pasien, dan peralatan setara mini intensive care unit (ICU). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.