Pesan Gubernur Pramono Kepada Pengunjukrasa: Jangan Rusak Fasilitas Umum, Karena yang Rugi Warga Jakarta

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengimbau seluruh peserta unjuk rasa di sejumlah titik ibu kota untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak merusak fasilitas umum.
Menurut Pramono, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak setiap warga negara.
Namun, pelaksanaan aksi harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat luas, terutama dengan menjaga fasilitas publik yang digunakan bersama.
"Yang paling penting, ungkapan untuk ekspresi ini jangan kemudian merusak fasilitas umum," ujar Pramono di Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga: Demo Mahasiswa Hari Ini di 5 Titik Jakarta, Dishub DKI Imbau Warga Hindari Sejumlah Ruas Jalan Ini
Pramono menegaskan bahwa fasilitas umum yang tersedia di Jakarta merupakan aset milik masyarakat.
Karena itu, tindakan perusakan tidak hanya merugikan pemerintah daerah, tetapi juga warga yang memanfaatkan fasilitas tersebut dalam aktivitas sehari-hari.
Ia menilai, penyampaian aspirasi dapat dilakukan tanpa harus mengganggu atau merusak sarana publik yang telah dibangun untuk kepentingan bersama.
"Fasilitas umum itu milik warga DKI Jakarta. Kalau dirusak, yang rugi masyarakat juga," tutur mantan Sekretaris Kabinet RI itu.
Untuk itu, Pramono mengajak seluruh pihak yang menggelar aksi demonstrasi di Jakarta agar tetap menjaga ketertiban dan mematuhi aturan yang berlaku selama kegiatan berlangsung.
"Saya betul-betul mengimbau, meminta, siapa pun yang melakukan unjuk rasa di Jakarta, jangan merusak fasilitas umum. Itu saja," tegasnya.
Baca Juga: Inter Kunci Masa Depan Cristian Chivu hingga 2028, Hadiah atas Musim Bersejarah Nerazzurri
Diketahui, info demo hari ini di Jakarta yaitu ada sejumlah organisasi mahasiswa dan kampus yang dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di berbagai titik strategis Jakarta pada Jumat, 19 Juni 2026.
Aksi yang berlangsung di kawasan DPR/MPR RI, Bundaran HI, hingga Istana Negara tersebut akan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan.
Mereka membawa beragam tuntutan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, kebijakan publik, penggunaan anggaran negara, hingga isu demokrasi dan supremasi sipil.
Masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi aksi diimbau untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas selama demonstrasi berlangsung. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 7Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 8Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya



