Jakarta

Gubernur Pramono Bantah Semua Tarif Transjabodetabek Bakal Naik hingga Rp 15 Ribu, Ini Kriterianya!

Laode Akbar | 11 Juni 2026, 15:39 WIB
Gubernur Pramono Bantah Semua Tarif Transjabodetabek Bakal Naik hingga Rp 15 Ribu, Ini Kriterianya!
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, saat meresmikan layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meluruskan informasi yang beredar terkait rencana penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek.

Ia menegaskan tidak semua rute akan mengalami kenaikan tarif hingga Rp10.000 sampai Rp15.000 seperti yang ramai diperbincangkan.

Menurut Pramono, penyesuaian tarif memang sedang dikaji, terutama untuk sejumlah koridor dengan jarak tempuh panjang dan biaya operasional yang lebih tinggi.

Baca Juga: Jangan Panik, Ini 10 Cara Bertahan di Rumah Saat Listrik Padam Selama Berjam-jam

Namun, besaran kenaikannya tidak akan diberlakukan secara seragam pada seluruh layanan Transjabodetabek.

"Saya ingin meluruskan. Seakan-akan Transjabodetabek itu akan naik Rp10.000 sampai Rp15.000 jadinya. Memang akan mengalami penyesuaian harga, terutama beberapa ruas yang panjang," ujar Pramono kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan, beberapa rute memerlukan biaya tambahan karena terdapat komponen operasional tertentu, seperti penggunaan area parkir di sejumlah titik layanan.

"Misalnya yang ke Soekarno-Hatta itu ada tiga tempat parkir. Setiap parkir kan tidak ada yang gratis di Jakarta ini. Nah itu pasti ada tambahan. Kemudian juga yang ke Bogor. Tetapi tidak semua Transjabodetabek kenaikannya akan tinggi," katanya.

Mantan Sekretaris Kabinet RI itu memastikan Pemprov DKI tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam menetapkan tarif baru.

Baca Juga: Gubernur Pramono Izinkan Nobar Piala Dunia 2026 di Fasilitas Pemprov Jakarta, Ingatkan ASN Asal Tak Ganggu Jam Kerja

Karena itu, kebijakan subsidi transportasi publik akan tetap dipertahankan bahkan diperluas untuk kelompok masyarakat tertentu.

"Bagaimanapun, sebagai gubernur, saya juga mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam kondisi yang seperti ini," katanya.

Lebih lanjut, Pramono menegaskan bahwa besaran tarif baru masih dalam tahap finalisasi dan akan diumumkan dalam waktu dekat.

"Nanti pada saatnya, dalam waktu dekat ini kami umumkan," katanya.

Sebelumnya, Pramono membuka peluang penyesuaian atau kenaikan tarif sejumlah rute Transjabodetabek, termasuk rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.

Baca Juga: HUT Jakarta ke-499 Hadirkan MRT Gratis, Begini Cara Naiknya untuk Pemula

Ia mengatakan, evaluasi dilakukan karena beban subsidi yang diberikan pemerintah dinilai terlalu besar.

"Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga Transjabodetabek lainnya yang perlu penyesuaian karena memang subsidinya terlalu besar," kata Pramono di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026) lalu. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.