Jakarta

Soal Patungan Subsidi Transjabodetabek, Gubernur Pramono: Ini Kebutuhan Aglomerasi, Bukan Hanya Jakarta

Laode Akbar | 10 Juni 2026, 16:55 WIB
Soal Patungan Subsidi Transjabodetabek, Gubernur Pramono: Ini Kebutuhan Aglomerasi, Bukan Hanya Jakarta
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meresmikan layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengajak daerah penyangga ikut menanggung subsidi Transjabodetabek agar tarif layanan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Namun, ia menegaskan persoalan transportasi publik lintas wilayah sejatinya merupakan kebutuhan bersama kawasan aglomerasi, bukan semata-mata kebutuhan Jakarta.

"Kalau ada yang mau ikut patungan istilahnya, patungan, ya saya alhamdulillah banget," kata Pramono di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga: Lift JPO Lenteng Agung Rusak Akibat Vandalisme, Gubernur Pramono Ancam Sanksi Tegas Pelakunya

Meski demikian, ia mengaku memahami pandangan sejumlah pemerintah daerah yang menilai layanan Transjabodetabek lebih banyak menjadi kebutuhan Jakarta karena mengangkut mobilitas warga menuju Ibu Kota.

"Tetapi kan memang mereka merasa bahwa ini kan kebutuhan Jakarta. Sebenarnya bukan kebutuhan Jakarta, ini kebutuhan bersama sebagai aglomerasi," ujarnya.

Menurut Pramono, kawasan Jakarta dan kota-kota penyangga seperti Bekasi, Depok, Tangerang, hingga Bogor memiliki keterkaitan yang sangat erat dalam aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Karena itu, pengembangan sistem transportasi massal harus dilihat sebagai kebutuhan bersama seluruh wilayah aglomerasi Jabodetabek.

Baca Juga: Empat Cara Mengatasi Strawberry Skin agar Kulit Lebih Halus

Kendati demikian, politikus PDIP itu tidak ingin memperdebatkan ada atau tidaknya kontribusi pendanaan dari daerah penyangga.

Fokus utama Pemprov DKI saat ini adalah memastikan layanan transportasi publik lintas wilayah terus berkembang dan mampu melayani masyarakat dengan lebih baik.

"Tapi sekali lagi, saya tidak mau berdebat urusan ada atau tidak yang berkontribusi, tapi yang jelas bahwa persoalan transportasi Jakarta dan daerah pendukungnya ini atau penyangga ini kita tangani secara lebih baik," tegasnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI tengah mengkaji penyesuaian tarif sejumlah rute Transjabodetabek seiring besarnya subsidi yang harus ditanggung pemerintah daerah.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah tarif rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta yang saat ini masih sebesar Rp3.500.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Rayakan HUT ke-499, Pemprov DKI Gratiskan Transjakarta hingga Tiket Masuk Ancol

Pramono mengatakan, evaluasi dilakukan karena beban subsidi yang diberikan pemerintah dinilai terlalu besar.

"Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga Transjabodetabek lainnya yang perlu penyesuaian karena memang subsidinya terlalu besar," kata Pramono di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.