Jakarta

Tarif Transjabodetabek Bakal Naik dalam Waktu Dekat, Gubernur Pramono Ungkap Ini Alasannya

Laode Akbar | 8 Juni 2026, 14:42 WIB
Tarif Transjabodetabek Bakal Naik dalam Waktu Dekat, Gubernur Pramono Ungkap Ini Alasannya
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meresmikan layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (SH2)

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkap alasan di balik rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek.

Menurutnya, tarif untuk sejumlah rute dinilai sudah tidak realistis, terutama untuk layanan dengan jarak tempuh panjang seperti rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Pramono mengatakan, tarif Rp 3.500 tidak memungkinkan diterapkan untuk rute tersebut apabila dibandingkan dengan moda transportasi lain yang melayani tujuan serupa.

Baca Juga: Wabup Intan Nurul Hikmah Gaungkan Budaya Bersih dan Tertib Kawasan Tanpa Rokok bagi ASN Kabupaten Tangerang

"Dan waktu itu saya juga menyampaikan enggak mungkin Blok M–Soekarno-Hatta itu Rp3.500 karena naik Damri, naik yang lain itu sudah rata-rata di atas Rp100 ribu," kata Pramono usai peresmian Jakarta Urban Knowledge Hub, Senin (8/6/2026).

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan penyesuaian tarif Transjabodetabek. Meski demikian, besaran kenaikan tarif masih belum diputuskan.

"Maka dengan demikian akan ada penyesuaian, angkanya akan segera diputuskan dalam waktu dekat ini," ujarnya.

Terkait kenaikan kabar tarif Transjabodetabek akan dimulai dari Rp10 ribu, Pramono belum mengonfirmasi angka tersebut dan belum memberikan rincian lebih jauh.

"Nanti saya putuskan," kata mantan Sekretaris Kabinet RI itu.

Baca Juga: Segera Dibuka! Pendaftaran Lowongan Kerja Padat Karya untuk 2.834 Posisi di Jakarta, Gubernur Pramono: Syaratnya Hanya KTP DKI

Sebelumnya, Gubernur Pramono membuka peluang penyesuaian atau kenaikan tarif sejumlah rute Transjabodetabek, termasuk rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.

Pramono mengatakan, evaluasi dilakukan karena beban subsidi yang diberikan pemerintah dinilai terlalu besar.

"Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga Transjabodetabek lainnya yang perlu penyesuaian karena memang subsidinya terlalu besar," kata Pramono di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026) lalu. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.