Wow! Pemprov DKI Kucurkan Rp 200 Miliar Setahun untuk Penataan RW Kumuh, Ini Hasilnya

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunjukkan komitmen serius dalam membenahi wajah ibu kota.
Melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP), Jakarta secara konsisten mengalokasikan anggaran triliunan rupiah untuk program penataan kawasan dan peningkatan kualitas permukiman.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah RW kumuh di Jakarta mengalami penurunan drastis. Dari total 445 RW kumuh pada tahun 2017, kini hanya tersisa 221 RW.
Artinya, Jakarta berhasil menekan angka kawasan kumuh hingga 52,58 persen.
Alokasi Anggaran dan Konsistensi Penataan
Kepala DPRKP DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, mengungkapkan bahwa sejak periode 2018 hingga 2025, total anggaran yang digelontorkan untuk penataan kawasan kumuh mencapai hampir Rp1,9 triliun.
"Dengan demikian, rata-rata alokasi anggaran setiap tahunnya berada pada kisaran kurang lebih Rp 200 miliar," ujar Kelik dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (24/5/2026).
Baca Juga: Kumpulan Link Twibbon Idul Adha 2026 Gratis, Cocok untuk Update Status di Media Sosial
Tiga Pola Penanganan RW Kumuh
Pemprov DKI menerapkan tiga skema utama dalam menangani kawasan padat penduduk agar lebih layak huni, yaitu:
Pemugaran: Pola yang paling banyak digunakan. Fokus pada perbaikan fisik kawasan eksisting agar lingkungan menjadi lebih sehat dan layak tanpa menggusur warga.
Peremajaan: Penataan menyeluruh terhadap rumah dan utilitas. Contoh sukses pola ini adalah pembangunan kembali Kampung Akuarium, Kunir, Palmerah, dan Tanah Tinggi.
Relokasi: Dilakukan pemindahan tempat tinggal jika kawasan tidak mungkin dipertahankan karena faktor keselamatan atau tata ruang. Contohnya warga Bukit Duri yang kini menempati Rusun Tumbuh Kembang Cakung.
Dampak Positif: Ekonomi Meningkat, Banjir Berkurang
Penataan kawasan ini tidak hanya sekadar perbaikan fisik, tetapi juga membawa efek domino bagi kesejahteraan warga.
Kelik menjelaskan bahwa lingkungan yang tertata memberikan akses ekonomi yang lebih baik sehingga membantu menekan angka kemiskinan.
Selain itu, tingkat kesehatan masyarakat meningkat karena kualitas lingkungan yang lebih bersih. Sektor sanitasi dan drainase yang diperbaiki juga terbukti efektif melancarkan aliran air dan mengurangi risiko banjir di titik-titik rawan.
Meski menunjukkan progres positif, Pemprov DKI mengakui adanya tantangan besar dalam penanganan kawasan kumuh, terutama terkait tingginya kepadatan penduduk dan keterbatasan lahan di Jakarta.
Baca Juga: Geger! Pria Mengaku Yesus Kristus Berondong Tembakan ke Gedung Putih, Inilah Tampang Nasire Best
"Kendala terbesar dalam penanganan kawasan kumuh di Jakarta antara lain tingginya kepadatan permukiman, minimnya ketersediaan lahan pembangunan prasarana, sarana permukiman, permasalahan kesesuaian tata ruang, serta legalitas kepemilikan tanah," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026



