Jakarta

Gubernur Pramono Putuskan LRT Jakarta Diperpanjang ke Dukuh Atas, Tambah Anggaran Investasi Rp2,7 Triliun

Laode Akbar | 20 Mei 2026, 20:54 WIB
Gubernur Pramono Putuskan LRT Jakarta Diperpanjang ke Dukuh Atas, Tambah Anggaran Investasi Rp2,7 Triliun
Ilustrasi - kereta LRT Jakarta

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memutuskan proyek perpanjangan jalur LRT Jakarta akan diprioritaskan dari Manggarai hingga Dukuh Atas usai proyek fase 1B rute Velodrome-Manggarai dituntaskan.

Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan masukan berbagai pihak serta kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Yang diputuskan adalah extension dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas untuk menuntaskan satu jalur mulai dari Velodrome sampai dengan Dukuh Atas," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Presiden Prabowo Sapa Massa Aksi Tani Merdeka Indonesia dan APPSI, Tegaskan Dekat dengan Rakyat

Dengan tambahan rute tersebut, panjang jalur LRT Jakarta akan bertambah sekitar 2 kilometer. Total lintasan yang semula 12,2 kilometer menjadi 14,2 kilometer dengan jumlah stasiun bertambah menjadi 12.

Untuk merealisasikan proyek itu, Pemprov DKI menyiapkan tambahan investasi sekitar Rp2,7 triliun.

Politikus PDIP itu menjelaskan, perpanjangan hingga Dukuh Atas dipilih agar jalur LRT dari Velodrome dapat tersambung secara utuh ke salah satu simpul transportasi terbesar di Jakarta.

"Kenapa ini diputuskan dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas? Supaya betul-betul trase ini selesai sampai dengan tuntas," ujarnya.

Dukuh Atas merupakan kawasan integrasi transportasi yang menghubungkan berbagai moda, seperti MRT Jakarta, TransJakarta, KRL Commuter Line, dan Kereta Bandara.

Sebagai informasi, PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatat progres pengerjaan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai mencapai 92,76 persen.

Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko mengatakan sebagai kontraktor yang mengerjakan integrasi sipil, rel, sistem, dan operasi, perseroan menegaskan komitmen untuk mempercepat pengerjaan dengan tetap mengedepankan keamanan dan keselamatan.

"Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balance cantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan," katanya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (20/5/2026). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y