Jakarta

Pasca Lebaran 2026, Gubernur Pramono Prediksi Jumlah Pendatang di Jakarta Capai 10-12 Ribu Orang

Laode Akbar | 28 Maret 2026, 13:25 WIB
Pasca Lebaran 2026, Gubernur Pramono Prediksi Jumlah Pendatang di Jakarta Capai 10-12 Ribu Orang
Gubernur Jakarta, Pramono Anung.

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memprediksi akan terjadi penambahan jumlah pendatang baru ke ibu kota pasca Lebaran 2026 mencapai sekitar 10 ribu hingga 12 ribu orang.

Pramono mengatakan, prediksi tersebut masih bersifat sementara karena pemerintah masih menunggu data final berdasarkan pergerakan arus balik masyarakat.

"Data yang ada sampai hari ini kami memprediksi akan ada kenaikan kurang lebih pemudik yang ikut saudaranya balik ke Jakarta sekitar 10 sampai 12 ribu. Tetapi ini belum final, nanti kita lihat data yang ada," kata Pramono kepada wartawan, Jumat (27/3/2026).

Baca Juga: Promo Lebaran KAI, Diskon 20 Persen dan Sisa Tiket Masih Tersedia

Ia menjelaskan, perkiraan tersebut didasarkan pada tren pemesanan tiket transportasi serta pergerakan masyarakat yang kembali ke Jakarta bersama keluarga setelah mudik Lebaran.

Menurut mantan Sekretaris Kabinet RI itu, Pemprov DKI Jakarta tidak akan menggelar operasi yustisia terhadap pendatang baru.

Namun demikian, para pendatang diimbau untuk mempersiapkan diri sebelum datang ke Jakarta, terutama terkait kesiapan kerja dan keterampilan.

"Jakarta tidak ada operasi yustisia, tetapi siapa pun yang ingin mengadu nasib bekerja di Jakarta harus mempersiapkan diri," ujarnya.

Pramono menegaskan, kesiapan tersebut penting agar para pendatang dapat bersaing di dunia kerja dan tidak menambah persoalan sosial baru di Jakarta.

Pemprov DKI juga terus memantau perkembangan jumlah pendatang sebagai bagian dari upaya pengendalian urbanisasi sekaligus memastikan kesiapan layanan publik di ibu kota tetap terjaga.

Sebagai informasi, untuk tahun 2025, jumlah pendatang Jakarta diperkirakan berada di angka 10–15 ribu jiwa, sementara pada 2026 diprediksi mencapai 10–12 ribu jiwa.

Tren penurunan ini dipicu oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan ketatnya persaingan kerja di ibu kota.

Meski demikian, posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi tetap tak tergantikan bagi para perantau. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y