Marak Stiker QR Code Judol di Jakarta, Gubernur Pramono Perintahkan Satpol PP Segera Tindak Tegas

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memerintahkan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menertibkan maraknya stiker kode QR yang diduga terhubung ke situs judi online di berbagai titik di Jakarta.
Pramono mengatakan, langkah penertiban akan dilakukan setelah dilakukan penyaringan atau pengecekan terhadap stiker-stiker yang terpasang di ruang publik.
"Saya akan minta kepada OPD terkait, Satpol PP untuk men-screening itu. Kalau memang betul tentunya segera diambil tindakan," kata Pramono kepada wartawan, dikutip Sabtu (7/3/2026).
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung penuh upaya pemerintah pusat dalam memberantas praktik judi online yang dinilai merugikan masyarakat.
"Jakarta termasuk yang mendukung pemerintah pusat untuk melakukan perang terhadap judi online. Pemerintah Jakarta mendukung seribu persen," ujarnya.
Menurut Pramono, keberadaan judi online dapat menimbulkan dampak sosial yang serius bagi masyarakat, karena banyak warga yang akhirnya terjerat masalah ekonomi akibat praktik tersebut.
"Karena judol inilah yang kemudian membuat banyak warga di mana saja, termasuk di Jakarta, yang kemudian begitu terjerat hidupnya pasti tidak menjadi baik," ucapnya.
Politikus PDIP itu menambahkan, praktik judi online kini semakin mudah diakses dan sudah menyebar di berbagai tempat, sehingga diperlukan langkah tegas untuk memutus aksesnya.
"Dan itu sudah ada di mana-mana, sehingga dengan demikian kalau ada program-program dari pemerintah untuk meng-cut off judol ini, pemerintah Jakarta mendukung sepenuhnya," kata Pramono.
Diketahui, Polisi mengungkap kasus penipuan modus baru dengan menempelkan stiker kode matriks (QR/quick response code) judi online (judol). Stiker itu ditempelkan di parkiran motor hingga warkop di Jakarta Selatan.
Pengungkapan kasus ini disampaikan oleh Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam dalam konferensi pers di Mapolsek Pesanggrahan, Kamis (5/3/2026).
Ia mengatakan bahwa barcode yang telah discan mengarahkan orang untuk masuk ke situs judi online yang diduga scam.
"Barcode yang setelah di-scan itu ternyata adalah langsung masuk ke salah satu situs judi online yang diduga itu scam," kata Seala. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







