Tak Hanya Hujan, Gubernur Pramono Sebut Banjir Jakarta Dipicu Sampah dan Bangunan di Bantaran Sungai

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa banjir yang terjadi di Jakarta tidak semata-mata disebabkan oleh curah hujan ekstrem.
Ia menyebut masih adanya persoalan internal di ibu kota yang turut memperparah banjir, mulai dari perilaku membuang sampah sembarangan hingga bangunan yang berdiri di bantaran sungai.
"Yang paling utama selain cuaca ekstrem tentunya ada persoalan-persoalan internal yang terjadi di Jakarta. Salah satunya orang masih buang sampah sembarangan dan masih membangun di atas bantaran sungai," kata Pramono dalam konferensi pers penanganan banjir di Balai Kota Jakarta, Jumat (24/1/2016).
Menurut Pramono, praktik pembangunan di bantaran sungai sejatinya sudah tidak diperbolehkan karena menghambat aliran air dan mempersempit badan sungai.
Kondisi tersebut membuat air lebih mudah meluap saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Ia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta saat ini mulai melakukan langkah penanganan jangka menengah dan panjang melalui program normalisasi sungai.
Baca Juga: Tinjau Pintu Air Cengkareng Drain, Gubernur Pramono Optimistis Banjir Jakarta Barat Segera Surut
Sejumlah sungai yang akan dinormalisasi di antaranya Sungai Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama.
"Normalisasi Ciliwung, Krukut, dan Kali Cakung Lama itu belum pernah dilakukan sebelumnya. Ini memang membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit," ujarnya.
Politikus PDIP itu mengakui, kebijakan normalisasi sungai bukan langkah yang mudah karena berpotensi menimbulkan penolakan di lapangan, terutama terkait relokasi warga yang bermukim di bantaran sungai.
"Ini pasti tidak populer karena harus memindahkan masyarakat dan menyiapkan rumah susun. Tapi tetap akan kami lakukan," tegasnya.
Selain penanganan jangka panjang, Pemprov DKI juga melakukan langkah jangka pendek seperti pengerukan sungai dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk merespons kondisi cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026







