Legislator Golkar Ramly HI Muhamad Soroti Pembangunan Jalan Aspal di Jakarta Utara Tanpa Drainase yang Memadai

AKURAT JAKARTA – Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad, menyampaikan apresiasi sekaligus kritik konstruktif terkait pelaksanaan pembangunan di sekitar RW 11 Jakarta Utara.
Ramly berterima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta atas perintah kepada Wali Kota Jakarta Utara untuk mengelola pembangunan di wilayah tersebut.
Namun, ia menyoroti masalah pada kualitas dan daya tahan infrastruktur yang dibangun, khususnya jalan, yang didanai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Baca Juga: Legislator Golkar Dukung Penuh Kerjasama Jakarta-Berlin, Bisa Wujudkan Top 50 Global Cities 2030
Menurut Ramly, dana CSR tersebut telah digunakan untuk membangun jalan, tetapi jenis pembangunan yang dilakukan hanya sebatas pengaspalan tanpa disertai dengan pembangunan saluran air (drainase) yang memadai.
"Dana CSR dipakai untuk jalan. Tetapi, jalan yang dibangun itu berupa aspal saja, Pak Wagub. Sementara saluran air (drainasenya) tidak ada," ujar Ramly dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin (1/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa tanpa adanya sistem drainase yang baik, jalan aspal tersebut menjadi rentan rusak. Ramly memprediksi kerusakan jalan akan terjadi dengan cepat.
Baca Juga: Legislator Golkar Dorong Pemprov DKI Manfaatkan Pertumbuhan Tertinggi Sektor Akomodasi dan Kuliner
"Jadi, kalau sudah jadi jalan, hujan satu minggu, jalannya habis lagi," tegasnya.
Untuk mengatasi masalah ini, Anggota Komisi E itu mendesak agar pembangunan jalan di RW 11 Jakarta Utara mengadopsi standar yang lebih kuat dan tahan lama.
Salah satunya dengan menggunakan cor beton, seperti yang telah diterapkan di banyak wilayah lain di Jakarta.
"Yang dibutuhkan adalah cor seperti daerah-daerah lain yang ada di Jakarta," tandas Ramly.
Diketahui, warga di RW 11 Jakarta Utara sempat mengeluhkan rusaknya jalan lingkungan akibat proyek galian yang tak kunjung rampung selama bertahun-tahun.
Kondisi jalan menjadi rusak dan berdebu, mengganggu kenyamanan dan aktivitas warga sehari-hari.
Permasalahan infrastruktur di Jakarta Utara secara umum, seperti di wilayah pesisir, juga sangat rentan terhadap banjir rob. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026



