Jakarta

Waspada! Penyakit Campak Banyak Terjadi di Cilincing dan Cengkareng, Gubernur Pramono: Relatif Masih Terkendali

Yasmina Nuha | 12 September 2025, 13:51 WIB
Waspada! Penyakit Campak Banyak Terjadi di Cilincing dan Cengkareng, Gubernur Pramono: Relatif Masih Terkendali

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan adanya temuan kasus campak terbanyak di dua lokasi, yakni di Cilincing dan Cengkareng.

Namun, ia menuturkan, jumlah kasus campak yang ditemukan saat ini relatif hampir sama jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Memang hanya ada dua spot yaitu di Cilincing dan di Cengkareng yang terjadi, tetapi besaran angkanya dibandingkan dengan tahun lalu sebenarnya relatif hampir sama," ujar Pramono di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Jumat (12/9/2025).

Baca Juga: Hiburan Gratis! DJ Hannah X dan Maliq D’Essentials Siap Meriahkan Tribeca Festival 2025, Cek Tanggal dan Lokasinya di Sini

Ia pun memastikan bahwa kondisi penyakit campak di Jakarta hingga saat ini masih terkendali.

Penyakit campak tidak mengalami peningkatan signifikan seperti yang terjadi di beberapa provinsi lain.

"Jakarta saat ini hal yang berkaitan dengan campak sebenarnya tidak ada sesuatu peningkatan seperti yang terjadi di provinsi-provinsi lain," katanya.

Untuk itu, politikus PDIP itu menegaskan bahwa kondisi penyakit campak di Jakarta saat ini tidak mengalami peningkatan seperti yang dikhawatirkan masyarakat.

Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta telah menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah penularan campak di Jakarta.

Salah satunya yakni dengan memutus rantai penularan penyakit campak dari luar daerah ke Jakarta.

Baca Juga: Peringati 72 Tahun Persita, Zaki Iskandar Sebut Obor Menyala Jadi Semangat Juara

"Kami sudah berusaha untuk memotong penularan dan sebagainya. Kalau melihat sampai dengan hari ini memang yang terjadi campak yang kami khawatirkan kalau kemudian dari luar, masuk ke Jakarta," tukasnya.

Diketahui, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa situasi kasus campak di Jakarta mengalami peningkatan akhir-akhir ini.

Tercatat, terdapat 218 kasus campak dan 63 kasus rubela yang sudah terkonfirmasi sejak Januari hingga September 2025. Meski demikian, tidak ada laporan kematian sampai saat ini.

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, langkah cepat yang diambil jajaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mencegah penyakit campak salah satunya melalui respons penanggulangan bernama Outbreak Response Immunization atau ORI. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.