Jakarta

Dampak Negatif Begadang bagi Remaja: Ancaman Tersembunyi di Balik Malam Panjang

Zainal Abidin | 10 Agustus 2025, 20:25 WIB
Dampak Negatif Begadang bagi Remaja: Ancaman Tersembunyi di Balik Malam Panjang

AKURAT JAKARTA - Bagi sebagian remaja, tidur larut malam sering dilakukan karena minimnya pengetahuan atas dampak negatif begadang.

Para remaja sering menghabiskan waktu malam untuk berbagai aktivitas seperti berkumpul bersama teman-teman, bermain game online, ataupun berselancar di media sosial.

Di era gawai seperti saat ini, godaan untuk tetap terjaga hingga larut malam semakin sulit dihindari.

Baca Juga: 5 Penyakit yang Bisa Sembuh dengan Jalan Kaki, Nomor 3 Belum Banyak Orang Ketahui

Sesekali begadang mungkin tidak menimbulkan dampak yang signifikan.

Namun, apabila kebiasaan ini dilakukan secara berulang, risiko yang ditimbulkan tidak dapat dianggap sepele.

Para pakar kesehatan menegaskan bahwa tidur bukan hanya sekadar waktu untuk beristirahat, melainkan kebutuhan esensial yang berpengaruh terhadap kesehatan fisik, mental, serta perkembangan otak.

Baca Juga: Semangka, Buah Surga yang Menyegarkan dan Bersahabat bagi Penderita Hipertensi

1. Gangguan pada Kesehatan Fisik

Begadang secara terus-menerus dapat merusak ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang mengatur siklus tidur dan bangun.

Akibatnya, tubuh mengalami kesulitan untuk tidur pada malam hari dan cenderung mengantuk pada siang hari.

Baca Juga: Waspada Tekanan Darah Tinggi di Usia Muda: Ini 7 Penyebab yang Perlu Diketahui

Selain itu, kurang tidur dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga remaja menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

Pada masa pertumbuhan, tidur berperan penting dalam produksi hormon pertumbuhan yang diperlukan bagi perkembangan tulang dan otot.

Kekurangan tidur juga dapat memicu gangguan pencernaan, seperti maag dan sembelit, serta meningkatkan risiko penyakit kronis, termasuk obesitas dan diabetes.

Baca Juga: Alternatif Alami untuk Meredakan Sesak Napas: Solusi Aman dan Mudah dari Rumah

2. Dampak terhadap Kesehatan Mental

Kurangnya waktu tidur berpengaruh langsung pada kemampuan konsentrasi dan daya ingat.

Prestasi akademik berpotensi menurun karena otak tidak memperoleh waktu pemulihan yang memadai.

Baca Juga: Awas! Inilah Efek Samping Air Lemon Jika Diminum Berlebihan

Begadang juga sering memicu perubahan suasana hati secara drastis (mood swing) dan, dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko depresi maupun gangguan kecemasan.

Hal ini berdampak pada penurunan kualitas hidup secara keseluruhan.

3. Hambatan pada Perkembangan Otak

Baca Juga: Dari Kulit Cerah hingga Pencernaan Lancar, Inilah Rahasia di Balik Segelas Air Lemon Pagi Hari

Tidur berperan penting dalam proses konsolidasi memori, yaitu pengubahan ingatan jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang.

Gangguan tidur dapat menghambat kemampuan belajar, berpikir kritis, dan mengambil keputusan.

Upaya Mengubah Kebiasaan

Baca Juga: Kenali Penyakit Asma dan Gejala Awalnya yang Sering Terabaikan

Mengatasi kebiasaan begadang memerlukan kedisiplinan dan komitmen.

Remaja dianjurkan untuk menyusun jadwal tidur yang teratur, membatasi penggunaan gawai sebelum tidur, serta menciptakan suasana kamar yang tenang dan nyaman.

Olahraga secara rutin dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, dengan catatan tidak dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur.

Baca Juga: Sendi Sakit Bukan Cuma Urusan Lansia, Kamu yang Muda Juga Bisa Terkena Rematik

Apabila gangguan tidur tetap berlanjut, konsultasi dengan tenaga medis merupakan langkah yang tepat.

Tidur yang cukup bukan semata-mata untuk menghindari rasa kantuk, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan fisik dan mental.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.