Jakarta

Groundbreaking Septic Tank Komunal Terintegrasi Teknologi Biogas, Gubernur Pramono Dorong Percepatan Sanitasi Layak untuk Semua Warga Jakarta

Yasmina Nuha | 28 Juli 2025, 14:32 WIB
Groundbreaking Septic Tank Komunal Terintegrasi Teknologi Biogas, Gubernur Pramono Dorong Percepatan Sanitasi Layak untuk Semua Warga Jakarta

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, melakukan groundbreaking pembangunan Septic Tank Komunal Terintegrasi Teknologi Biogas di Rusunami Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Senin (28/7/2025).

Ia menegaskan, meski angka buang air besar sembarangan (babs) di Jakarta masih relatif rendah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta terus mendorong percepatan layanan sanitasi layak bagi seluruh warga.

"Persoalan buang air besar sembarangan masih menjadi perhatian serius Pemprov DKI Jakarta. Meskipun angkanya relatif rendah dibandingkan daerah lain, kami tetap berkomitmen untuk menuntaskan persoalan ini," ujar Pramono.

Baca Juga: Warga Semarang Merapat! Festival Rawa Pening 2025 Digelar 2 Agustus Akhir Pekan ini, Berikut Daftar Penampil dari Dalam dan Luar Negeri

"Seperti yang kita lihat di Bidara Cina, Pemerintah Kota Jakarta Timur telah serius menyelesaikan isu sanitasi ini," imbuhnya.

Pramono juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mendukung program sanitasi.

Dukungan CSR dari berbagai perusahaan, seperti PT JIEP, Transportasi Jakarta, Bank Jakarta, Food Station, serta kerja sama dengan BAZNAS dan PMI, menjadi kunci dalam percepatan penyediaan sanitasi layak di Ibu Kota.

"Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Partisipasi CSR sangat penting, karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang digunakan setiap hari," tukasnya.

Politikus PDIP itu menambahkan, program sanitasi bukan semata pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup perubahan perilaku masyarakat.

Pramono berharap, melalui program ini, warga tidak lagi melakukan praktik buang air besar sembarangan (BABS). Ia menargetkan seluruh warga Jakarta memiliki akses terhadap sanitasi yang layak dan aman.

Baca Juga: Come See Mie Fest 2025: Konser Gratis 4 Hari Berturut-turut di Bandung Akhir Pekan Ini, Simak! Line Up dan Jadwal Penampilnya

Melalui pembangunan septic tank komunal berbasis biogas, ia juga berharap persoalan BABS dapat teratasi sekaligus menciptakan energi ramah lingkungan.

"Sanitasi memang bersifat pribadi, tetapi karena kami terus berkomunikasi dengan masyarakat, RW, dan wali kota, maka persoalan seperti ini harus segera diselesaikan," ucap Pramono.

"Saya minta Wali Kota melaporkan dan memastikan penanganannya, terutama di wilayah padat penduduk, agar benar-benar tuntas," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.