Pramono Jalin Kerja Sama dengan Kediri Melalui Anaknya, Singgung Soal Larangan Penyalahgunaan Wewenang

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Jawa Timur menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman terkait pengembangan potensi daerah, terutama ketahanan pangan dan peningkatan pelayanan publik.
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung bersama Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana di Balairung, Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, pada Jumat (16/5/2025).
Seperti diketahui, Hanindhito Himawan Pramana atau akrab disapa Dhito merupakan anak ke-3 dari Pramono Anung. Dhito terpilih sebagai bupati dalam kontestasi Pemilihan umum Bupati Kediri 2020 dan 2024.
Baca Juga: Catat! Konser Padi Reborn Besok di Jakarta, Intip di Sini Lokasi dan Waktunya
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jakarta, Pramono Anung menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan kerja sama ini.
Ia berharap kerja sama ini memberikan manfaat yang optimal bagi kedua belah pihak serta mengingatkan agar tidak ada ruang sedikit pun untuk penyalahgunaan kewenangan.
"Ini enggak boleh ada ruang sedikit pun penyalahgunaan kewenangan yang dimiliki Pemerintah Jakarta. Harus proper, terbuka, transparan, dan memberikan manfaat bagi kedua-duanya," ujar Pramono kepada wartawan.
Pramono menyampaikan, Kabupaten Kediri memiliki potensi yang besar sebagai salah satu lumbung padi nasional di Jawa Timur, bahkan menurutnya setara dengan daerah Karawang.
Kesuburan tanah di Kediri yang didukung aktivitas vulkanik gunung menjadi sumber kemakmuran masyarakat setempat. "Saya berharap kerja sama ini menguntungkan dua belah pihak," tukasnya.
Dalam kesempatan ini, Politikus PDIP itu juga menawarkan Pemkab Kediri mempelajari pemanfaatan aplikasi Jakarta Kini (JAKI) guna meningkatkan layanan publik dan pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta yang dinilainya lebih baik.
"Kami menawarkan kepada Pemerintah Kediri kalau belajar tentang JAKI kami persilahkan. Terserah apa yang perlu dipelajari, termasuk belajar tentang BUMD," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana berharap, kerja sama yang dijalin dengan Pemprov DKI Jakarta bisa memberikan manfaat bersama.
Ia mengatakan, Pemkab Kediri juga berkomitmen mengevaluasi berbagai kekurangan yang dimiliki, terutama di sektor pertanian.
"Pak Dirut Food Station sudah menyampaikan beberapa kekurangan-kekurangan yang harus dilakukan dan diakselerasi," ujar Dhito.
Dhito menyampaikan, surplus beras Kabupaten Kediri per Maret 2025 tercatat mencapai 79.176 ton. Selain itu, ia juga menargetkan peningkatan luas tanam setiap tahunnya.
Saat ini, Pemkab Kediri tengah fokus memutus mata rantai kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Karena itu, ia berharap kerja sama dengan Pemprov DKI ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kediri.
"Saya harapkan dengan kerja sama antara Pemprov DKI dan Pemkab Kediri. Semoga ini membawa kesejahteraan bagi Kabupaten Kediri," tandasnya.
Sejumlah potensi kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemkab Kediri yang bisa dikembangkan antara lain pemenuhan kebutuhan pangan, pemeriksaan keamanan pangan, peningkatan SDM, pemanfaatan teknologi kultur jaringan untuk perbanyakan bibit tanaman dan edukasi pertanian. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







