Jakarta

Gubernur Pramono Serahkan Bantuan Pemutihan Ijazah Tahap 2 ke 371 Siswa, Mengejutkan! Ternyata Ada yangTertahan Sampai 5 Tahun

Yasmina Nuha | 2 Mei 2025, 17:33 WIB
Gubernur Pramono Serahkan Bantuan Pemutihan Ijazah Tahap 2 ke 371 Siswa, Mengejutkan! Ternyata Ada yangTertahan Sampai 5 Tahun

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyerahkan sebanyak 371 ijazah yang tertahan dalam program pemutihan ijazah tahap kedua, bertepatan dengan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Halaman Balai Kota, Jumat (2/5/2025).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, dari tahap pertama hingga tahap kedua ini, total sudah ada 488 siswa yang menerima program pemutihan ijazah senilai Rp1,69 miliar.

"Tadi saya menanyakan kepada mereka, ada yang ijazahnya tertahan selama tiga tahun hingga lima tahun karena belum melunasi biaya. Intinya, ijazah ini tidak diambil karena mereka tidak mampu," ujar Pram, sapaan akrabnya kepada wartawan.

Baca Juga: Jangan Lupa! Konser Padi Reborn Bakal Beraksi di Jakarta Pertengahan Mei 2025, Catat Lokasi dan Waktunya di Sini

Pram menegaskan, ijazah adalah hak sipil setiap anak dan tidak boleh tertahan karena alasan ekonomi.

Program pemutihan ijazah ini merupakan salah satu realisasi dari quick wins 100 hari pertama masa kepemimpinannya.

"Pemerintah harus hadir dalam menangani masalah tersebut agar para siswa dapat segera mendapatkan ijazah yang sangat dibutuhkan bagi masa depan mereka," kata Pram.

"Saya mengapresiasi Baznas Bazis yang telah membantu bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta," imbuhnya.

Dalam upacara tersebut, mantan Sekretaris Kabinet RI itu juga membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Hardiknas sebagai momentum meningkatkan komitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memastikan tidak ada diskriminasi dalam layanan pendidikan.

"Sesuai amanat konstitusi, tidak boleh ada diskriminasi atas dasar agama, fisik, suku, bahasa, ekonomi, jenis kelamin, domisili, dan sebab-sebab lain yang menyebabkan seseorang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan," tuturnya.

Baca Juga: Beli Mobil Semurah Kacang, Honda Brio Satya E Bensin MT 2018 Bekas Dijual Murah, Cukup Dengan Budget Rp3 Jutaan!

Ke depan, Politikus PDIP itu berencana memperluas akses pendidikan dan literasi melalui perpanjangan jam operasional taman, museum, dan perpustakaan hingga malam hari.

"Dari yang sebelumnya hanya buka sampai pukul 17.00 WIB, nantinya akan dibuka hingga malam hari, mungkin pukul 22.00 atau 23.00," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.