Penyuluh Pertanian Berperan Strategis Wujudkan Peternakan Maju, Produktif dan Berkelanjutan

AKURAT JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan, upaya swasembada pangan yang terus diperjuangkan Pemerintah Indonesia dapat terancam jika tidak ditangani dengan baik.
Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengidentifikasi langkah strategis melalui normalisasi dan pembangunan irigasi di lahan seluas 2 juta hektare (Ha).
"Saya titip, serapan gabah harus diperhatikan. Jika ini bermasalah, maka swasembada pangan juga akan bermasalah. Kedua, poin penting lainnya adalah irigasi, baik tersier, sekunder, maupun premier," ujar Mentan Amran.
Terkait pembangunan irigasi, pemerintah fokus pada tiga provinsi utama, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Dengan sistem irigasi yang lebih baik, produksi beras diproyeksikan meningkat hingga 60 persen.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa pembangunan sektor peternakan merupakan salah satu pilar utama dalam ketahanan pangan dan ekonomi nasional.
Diamenekankan bahwa peran penyuluh pertanian semakin strategis dalam mendukung inovasi serta peningkatan produktivitas peternakan.
“Dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di sektor peternakan, kita harus bersinergi, berinovasi, dan terus meningkatkan kompetensi.
Penyuluh pertanian adalah garda terdepan dalam mendampingi peternak menuju sistem peternakan yang lebih maju, produktif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kabadan Santi juga mengajak semua pihak untuk menjadikan kebijakan pembangunan peternakan sebagai momentum dalam memperkuat sektor ini, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Dalam acara Mentan Sapa Petani Penyuluh (MSPP) Volume 07 yang digelar pada Jumat (21/02/2025), narasumber Aslila Ramadhany Daulay, Ketua Kelompok Substansi Data Evaluasi, Sekretariat Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, memaparkan peran strategis subsektor peternakan.
Dia menjelaskan bahwa subsektor ini memiliki kontribusi besar dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan peternak, penggerak ekonomi pedesaan dan regional, serta pengembangan industri pangan dan pengolahan.
“Program utama Ditjen PKH meliputi ketersediaan, akses, dan konsumsi pangan berkualitas, peningkatan nilai tambah serta daya saing industri peternakan, serta penguatan sistem perencanaan dan kelembagaan benih serta bibit ternak berkualitas,” jelas Aslila.
Namun, ia juga mengungkapkan berbagai tantangan subsektor peternakan yang masih dihadapi, seperti rendahnya minat generasi muda menjadi pelaku usaha peternakan, rendahnya populasi dan produktivitas ternak ruminansia, serta efisiensi program breeding yang masih kurang.
Selain itu, rendahnya konsumsi protein hewani di masyarakat dan kurangnya infrastruktur serta fasilitas yang menunjang keberlangsungan usaha peternakan turut menjadi hambatan.
Faktor lain yang menjadi perhatian adalah tingginya risiko penyakit hewan strategis serta rendahnya kesadaran produsen dan konsumen terhadap keamanan produk ternak atau food chain safety.
Dengan adanya berbagai tantangan ini, pemerintah menekankan pentingnya sinergi antara penyuluh pertanian, peternak, dan pemangku kebijakan guna menciptakan sektor peternakan yang lebih tangguh dan berdaya saing dalam mendukung ketahanan pangan nasional, tutupnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026

