Tidak Hanya di Palmerah, Heru Budi Ungkap Pemprov DKI Bakal Tambah Rumah Konsolidasi Tanah Vertikal di Cempaka Putih dan Tanah Tinggi

AKURAT JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, telah meresmikan Rumah Barokah Palmerah di Jakarta Barat, Rabu (3/7/2024) kemarin.
Rumah Barokah Palmerah merupakan berwujudan dari Program Perbaikan Rumah dan rumah Konsolidasi Tanah Vertikal (KTV) pertama di Indonesia.
Rumah Barokah Palmerah merupakan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama berbagai pihak, termasuk Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Heru mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta bersama dengan donatur Yayasan Tzu Chi Indonesia akan membangun rumah KTV lain di beberapa wilayah Jakarta, salah satunya di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
"Iya di Jakarta kan ada di sini, Cempaka Putih, dan nanti bersama donatur akan bisa memilih tempat yang layak untuk dibangun lagi. Ini kan sudah tidak layak, nanti akan kita tambah," kata Heru.
Lanjutnya, ia mengungkapkan pembangunan rumah KTV di Cempaka Putih akan dimulai pada bulan Agustus 2024 mendatang.
Tak hanya itu, Pemprov DKI juga akan menambah dua atau tiga lokasi lagi untuk dibangun rumah KTV, salah satunya yaitu di kawasan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat.
"Mungkin bisa dua atau tiga lokasi lagi, di Cempaka Putih kan nanti Agustus. Dalam waktu dekat di Tanah Tinggi," kata Heru.
Sebelumnya, Heru mengungkapkan bahwa program ini merupakan salah satu implementasi Agenda 2030 Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Heru mengatakan, atas kerja sama dengan Yayasan Tzu Chi Indonesia, Pemprov DKI dapat menjalankan program ini untuk masyarakat Jakarta yang membutuhkan hunian yang layak.
"Saya ucapkan terima kasih kepada donatur, Tzu Chi, yang telah mau memberikan perhatiannya kepada masyarakat, sehingga hari ini mereka bisa mendapatkan rumah yang layak huni, layak sehat, dan tentunya bisa dirawat," kata Heru.
Tidak hanya layak huni, Heru berharap dengan luas bangunan yang lebih lebar, masyarakat dapat memanfaatkan hunian ini untuk melakukan kegiatan bisnis.
"Sehingga hunian ini bisa bapak-ibu gunakan untuk kegiatan usaha, nanti untuk merawat, dan meningkatkan ekonomi di lingkungan ini," harapnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026


