Jakarta

11 Korban Banjir Bandang Sumbar Belum Ditemukan, Tim Gabungan Perluas Area Pencarian

Ainun Kusumaningrum | 21 Mei 2024, 15:45 WIB
11 Korban Banjir Bandang Sumbar Belum Ditemukan, Tim Gabungan Perluas Area Pencarian

AKURAT JAKARTA  - Tim gabungan memperluas pencarian 11 korban hilang akibat banjir lahar dingin Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar).

Terdiri dari Basarnas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri dan instansi terkait lainnya termasuk para relawan 

"Memasuki hari Ke-11, kita membagi enam tim untuk melanjutkan pencarian 11 korban yang masih belum ditemukan," kata Staf Operasi Basarnas Yudi Riva dilansir Antara. 

Baca Juga: Saldo DANA Gratis Aman Cair Rp 500 Ribu, Fokus Lakukan Langkah Berikut Ini

Untuk Tim  fokus melakukan pencarian di daerah Padang Gantiang, Kabupaten Tanah Datar dengan menyusuri aliran sungai menggunakan perlengkapan rafting sampai ke Kabupaten Sinjunjung.

Selanjutnya Tim 2 diinstruksikan melakukan pencarian pada sektor B, atau menyisir wilayah Parambahan.

Yudi Riva mengatakan sebelumnya tim gabungan baru melakukan pencarian hingga ke perbatasan Kota Sawahlunto.

Baca Juga: PKS Jadi Partai Pertama yang Dikunjungi Golkar DKI Jakarta, Basri Baco: Dia Pemenang Pemilu

Namun, hari ini enam regu yang terdiri dari 121 personel memperluas area pencarian hingga ke Kabupaten Sijunjung.

"Jadi, pencarian kita perluas untuk menemukan 1 korban yang merupakan warga Kabupaten Agam, dan 10 lagi warga Kabupaten Tanah Datar," sebut Yudi.

Secara umum, lanjut dia, tidak ada perubahan signifikan mekanisme pencarian korban hilang. Hanya saja tim gabungan memperluas area pencarian hingga ke kabupaten yang berdekatan dengan Tanah Datar.

Selain menggunakan sejumlah alat berat, tim gabungan juga memaksimalkan anjing pelacak untuk menelusuri atau mencari keberadaan warga yang hingga kini belum ditemukan.

Yudi menyampaikan apabila tim di lapangan menemukan korban yang terhimpit atau tertimbun material dan sulit untuk dievakuasi, maka harus menggunakan alat berat.

Berdasarkan pemantauan udara yang dilakukan BNPB bersama instansi terkait, masih terdapat sejumlah titik-titik penumpukan material yang dapat memicu banjir bandang.

Dalam waktu dekat BNPB akan memfokuskan pembersihan material tersebut. Bahkan, BNPB berencana meledakkan tumpukan material yang dalam skala besar agar tidak menjadi ancaman banjir lahar dingin susulan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.