Asal-usul 5 Nama Daerah di Bandung Berawalan Ci, Yang Terakhir Tidak Terkait dengan Air

AKURAT JAKARTA - Bandung berdasarkan beberapa catatan yang masih harus divalidasi lebih lanjut mengungkap sudah menjadi bagian wilayah Pajajaran pada 1448.
Sementara, Piagam Sultan Agung Mataram bertitimangsa dina Saptu tanggal ping sanga wulan Muharam tahun Alip menjadi bukti sejarah tentang pengangkatan Tumenggung Wiraangoenangoen sebagai Bupati Bandung pertama.
Mengutip pendapat Dr. F . de Haan, Edi S. Ekadjati dan kawan-kawan dalam Sejarah Kota Bandung 1945-1979 menulis bahwa titimangsa pada Piagam Sultan Mataram bertepatan dengan 20 April 1641.
Baca Juga: AYO KUNJUNGI! Halal Fair 2024 di Jogja Expo Center pada 3-5 Mei 2024, Ada Banyak Hadiah hingga Diskon Besar-besaran
Berdasarkan SK DPRD Kabupaten Bandung Nomor 10/ KPTS/ DPED/1973, tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Bandung.
Di Bandung, banyak nama daerah yang menggunakan awalan Ci, seperti Cipaganti, Cihampelas, dan lain-lain.
Dikutip dari Bandung.co.id, awalan Ci berasal dari kata Cai yang berarti air.
Baca Juga: Telan Dana APBD hingga Rp 22,2 Miliar, Pengamat Pertanyakan Keputusan Pemprov DKI Merestorasi Rumah Dinas Gubernur: Apa Urgensinya?
Tentu ini bukan kebetulan belaka, karena memang Bandung sendiri ada yang bilang berasal dari kata bendung atau bendungan.
Sehingga, kalau Bandung diidentifikasi dengan air ya memang wajar.
Nah, setiap nama-nama di Bandung yang berawalan Ci ada sejarahnya, loh.
Baca Juga: Yuks Main ke Taman Suropati Menteng, Hidup Udara Segar dari Pohon Berusia Ratusan Tahun
1. Cikapundung
Cikapundung berasal dari kata Ci dan Kapundung.
Kapundung merupakan nama tanaman yang pada zaman dulu kerap dijumpai pada di sekitaran sungai yang membelah Kota Bandung tersebut.
Baca Juga: Yuks Main ke Taman Suropati Menteng, Hidup Udara Segar dari Pohon Berusia Ratusan Tahun
Namun, Kapundung saat ini menjadi tanaman yang sangat langka di aliran sungai Cikapundung.
Sungai Cikapundung pernah diabadikan dalam sebuah lagu yang dinyanyikan Titim Fatimah pada 1960-an.
Titim Fatimah merupakan penyanyi kondang kala itu.
Baca Juga: Mei Gomak Khas Medan Cocok untuk Sajian Makan Malam, Nih Resep Membuatnya Mudah
2. Cihampelas
Cihampelas berasal dari Ci berarti air dan Hampelas, nama pohon yang memiliki daun kasar seperti ampelas.
Di Cihampelas memang ada aliran sungai yang dipenuhi dengan banyak pohon hampelas.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Pemotor Meninggal Dunia Tertimpa Pohon saat Hujan Deras di Ngawi
Kini, Cihampelas terkenal sebagai pusat belanja oleh-oleh di Kota Bandung.
3.Cinambo
Cinambo berasal dari kata Ci dan Nambeu yang berarti bekas dasar sungai atau menggenang.
Baca Juga: Keberatan Jadi Tersangka Korupsi, Bupati Sidoarjo Gugat KPK lewat Prapeladilan di PN Jaksel
Sebab, pada awal ke-19, Cinambo berada di pinggir Rawa Gegerhanjuang.
Secara geografi, Cinambo memiliki merupakan dataran rendah yang berasal dari aliran sungai yang kering.
Tapi, ada yang bilang Cinambo ini berasal dari kata Ci dan Numbu yang berarti air yang nyambung.
Baca Juga: Asal-usul Bandung, Surga Pembuangan bagi Pejabat-pejabat Korup dari Batavia
Faktanya, Cinambo memang dikelilingi empat sungai, Cilutung, Ciburuy, Cipager, dan Ciwaru.
4. Cibiru
Cibiru berarti air yang berwarna biru.
Baca Juga: WASPADA! Diduga Mengandung Zat Berbahaya, Es Krim Magnum Produk Unilever Ditarik dari Pasaran, Simak Penjelasannya di Sini
Konon, di daerah ini ada pohon yang akan mengeluarkan cairan berwarna biru apabila dipotong.
Dari sinilah, nama Cibiru berasal.
Meski begitu, kebenaran ada pohon yang mengeluarkan cairan biru di Cibiru belum dapat dibuktikan.
Baca Juga: Penduduk Asli Jakarta yang Kini Terpinggirkan, Bagaimana Sejarah Munculnya Orang Betawi?
5. Cijerah
Nah, kalau Cijerah diambil dari nama tokoh, KH. Mama Cijerah.
Cijerah merupakan ulama yang sangat disegani.
Murid-muridnya ada yyang menjadi orang yang luar biasa hebat, seperti Presiden pertama Indonesia, Soekarno, KH. Aang, dan KH. Mama Sindang.*
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









