Jakarta

Masuk Daftar Boikot Produk Pro Israel, Starbucks Indonesia Akhirnya Angkat Bicara, Begini Katanya...

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 17 November 2023, 16:08 WIB
Masuk Daftar Boikot Produk Pro Israel, Starbucks Indonesia Akhirnya Angkat Bicara, Begini Katanya...

AKURAT JAKARTA - Starbucks Indonesia akhirnya angkat bicara terkait Starbucks yang dinilai produk pro Israel, sehingga menjadi salah satu brand yang masuk daftar dan terkena boikot produk pro Israel.

Sebelumnya, masyarakat dunia ramai-ramai menyerukan seruan boikot produk pro Israel. Beberapa brand ternama seperti Starbucks, McDonald's, Pizza Hut, dan KFC masuk ke dalam daftar produk pro Israel.

Dalam rilis yang diperbaharui pada Oktober 2023, tim manajamen Starbucks Indonesia menegaskan bahwa pihaknya tidak mendukung tindakan kebencian dan kekerasan, sepenuhnya mendukung usaha perdamaian di dunia.

Baca Juga: Pecinta K-Pop Merapat! Boyband iKON Gelar Konser di Tennis Indoor Senayan, Akhir Pekan Ini

"Kami dengan tegas menyatakan tidak mendukung tindakan yang mengandung kebencian dan kekerasan, sepenuhnya mendukung usaha perdamaian di dunia," kata manajemen Starbucks Indonesia dalam keterangannya, dikutip Jumat (17/11).

Lebih lanjut manajemen Starbucks Indonesia menerangkan, pihaknya tidak memberikan bantuan apapun dan dengan cara apapun kepada Israel.

"Baik Starbucks maupun mantan pemimpin, presiden, dan CEO perusahaan, Howard Schultz, tidak memberikan dukungan finansial kepada pemerintah Israel dan/atau Angkatan Darat Israel dengan cara apa pun," tegasnya.

Baca Juga: Ini Alternatif Produk Lokal Pengganti Produk Israel yang Diboikot, Mulai dari Makanan hingga Kosmetik

Mereka pun menyebut kabar terkait pihaknya yang dinilai pro Israel karena telah memberikan bantuan kepada tentara Israel adalah informasi tidak benar.

"Rumor bahwa Starbucks atau Howard memberikan dukungan keuangan kepada pemerintah Israel dan/atau Angkatan Darat Israel adalah tidak tepat," ungkap manajemen Starbucks Indonesia.

Lanjutnya, mereka pun memaparkan bahwa Starbucks telah memutus kerja sama dengan Israel sejak tahun 2003 lalu.

Baca Juga: Waktu Shalat Jumat Masjid Istiqlal 17 November 2023, Petugas Khotib dan Tema Khutbah

"Kami memutuskan untuk membubarkan kemitraan kami di Israel pada tahun 2003 karena tantangan operasional yang kami alami di pasar tersebut," paparnya.

Melalui keterangan tertulis tersebut, tim manajemen Starbucks Indonesia turut menyampaikan simpatinya bagi korban yang terlibat dalam konflik ini.

"Starbucks Indonesia turut berduka cita dan menyatakan simpati yang terdalam bagi mereka yang menjadi korban, terluka, terlantar, dan terkena dampak akibat aksi yang keji," paparnya.

Tim manajemen pun menuturkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan Starbucks Experience terbaik kepada semua konsumen.

"Aspirasi kami adalah menjadi perusahaan yang positif—berinvestasi pada kemanusiaan dan kesejahteraan semua orang yang terhubung dengan kami, mulai dari partner, petani kopi, hingga pelanggan di gerai kami dan seterusnya," pungkas tim Manajemen Starbucks Indonesia.

Sebagai informasi, perusahaan global asal Amerika tersebut sudah memiliki gerai yang tersebar di 86 pasar, termasuk lebih dari 1.900 toko di 11 wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara yang mempekerjakan lebih dari 19 ribu partner (sebutan untuk karyawan) yang mengenakan green apron. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.