Jakarta

Dinkes Akui Kasus ISPA di Jakarta Tahun Ini Meningkat dari Tahun Lalu

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 12 Agustus 2023, 11:02 WIB
Dinkes Akui Kasus ISPA di Jakarta Tahun Ini Meningkat dari Tahun Lalu

AKURAT.CO - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyebut tren penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Demikian Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia di Gedung Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Jumat (11/08).

"Kita melihat tahun 2023 ini untuk penyakit saluran nafas akut itu memang meningkat dibanding tahun 2022," kata dia. 

Baca Juga: DLH dan Dishub DKI Bentuk Satgas untuk Razia Kendaraan Belum Uji Emisi

Dwi mengungkapkan, kondisi ini sama seperti pada tahun 2018-2019 sebelum pandemi Covid-19.

Lebih lanjut, Dwi menerangkan pada tahun 2020-2021 banyak masyarakat mengalami infeksi saluran pernapasan akut karena mayoritas mereka terkena Covid-19.

"(ISPA) di 2022 mulai sedikit meningkat, di 2023 meningkat, kembali pola dan jumlahnya seperti pada era sebelum covid-19 di 2018-2019," terangnya.

Baca Juga: Rumah Makan Soto Seger Bu Sri Terbakar, Puluhan Motor Ikut Hangus

Maka dari itu, Dwi mengelola faktor risiko lain di luar papar risiko lingkungan dan polusi, yang dapat menyebabkan penyakit seperti ISPA.

Sebab, kata Dwi, secara teori polusi udara juga bisa memberi dampak pada penyakit tidak menular.

"Jadi intinya berarti untuk kesehatan dalam bentuk perilaku, mulai dari prilaku kecil hingga dewasa. Termasuk mengurangi faktor resiko penyakit tidak menular," tuturnya.

Baca Juga: Strategi Dishub DKI Perbaiki Kualitas Udara di Sektor Transportasi

Maka dari itu, Dwi mengimbau agar masyarakat bisa beralih ke transportasi umum dan bersepeda.

Sebab selain dapat mengurangi polusi udara, lanjut Dwi, upaya-upaya tersebut juga memiliki dampak yang signifikan bagi kesehatan.

"Selain upaya bagaimana mengurangi resiko kesehatan. Itu juga sangat penting dan segnifikan untuk memperbaiki kesehatan kita," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.