Jakarta

Ini Penyebab Langit Jakarta Terlihat Keruh Saat Polusi Meningkat Menurut BMKG

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 11 Agustus 2023, 20:04 WIB
Ini Penyebab Langit Jakarta Terlihat Keruh Saat Polusi Meningkat Menurut BMKG

 

AKURAT.CO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab Jakarta terlihat keruh saat polusi udara meningkat dan kualitas udara memburuk, karena adanya fenomena lapisan inversi.

"Karena kita di wilayah urban dan saat musim kemarau itu ada fenomena namanya lapisan inversi, jadi ketika pagi di bawah ini lebih dingin dari pada di atas," kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, Jumat (11/08).

"Sehingga itu mencegah udara itu untuk naik dan kemudian terdispersi. Itu penjelasan mengapa Jakarta kelihatan keruhnya di bawah dibandingkan di atas. Karena setting perkotaannya di mana kita hidup bersama," sambungnya.

Sena memaparkan, kecenderungannya pada musim kemarau, kualitas udara cenderung naik, seperti yang dialami sekarang.

Baca Juga: Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Klaim Tak Ada Kenaikan Kasus ISPA

"Jadi faktor yang juga memperngaruhi kondisi sekarang dan juga sebenarnya sudah terjadi di tahun-tahun sebelumnya," paparnya.

Sambungnya, yang perlu dicermati berkaitan dengan kualitas udara adalah siklus harian.

"Hal lainnya yang juga menarik dan perlu dicermati bahwa kondisi kualitas udara itu ada siklus hariannya. Pada saat lepas malam hari hingga dini hari cenderung lebih tinggi dari pada pagi hingga sore karena ada siklus harian," terang Sena.

Baca Juga: Sultan Korban Kabel Optik Lapor Polisi, Pihak Bali Tower Siap Dipanggil Polda Metro Jaya

Sebelumnya diberitakan, kualitas udara di Jakarta menduduki peringkat lima besar udara tepatnya posisi keempat terburuk di dunia, pada sore ini Senin (07/08).

Berdasarkan pantauan, melansir data dari situs IQAir, di Jakarta, per pukul 18.15 WIB, PM 2,5 yang dimiliki kota ini mencapai 112. Hal ini mengindikasikan udara yang tak sehat bagi kelompok sensitif. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.