Jakarta

Tanda Musim Kemarau Segera Tiba, Bisa Dilihat dari Aktivitas Serangga

Ainun Kusumaningrum | 10 Maret 2025, 13:36 WIB
Tanda Musim Kemarau Segera Tiba, Bisa Dilihat dari Aktivitas Serangga

AKURAT JAKARTA – Tanda bakal masuk musim kemarau bisa dilihat, salah satubya dari aktivitas serangga di sekitar rumah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sebagian wilayah di Indonesia tengah mengalami puncak musim hujan.

Namun intensitas hujan terus menurun hingga masuk ke musim kemarau.

Baca Juga: Apakah Betul Timun Bisa Turunkan Kolesterol Tinggi? Ini Faktanya

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, musim hujan diprediksi akan berakhir hingga bulan Maret 2025. Kemudian di bulan April akan terjadi transisi musim hujan ke kemarau.

“Musim hujan diprediksi akan berakhir sampai bulan Maret, akhir Maret 2025, dan April itu transisi dari musim hujan ke musim kemarau," katanya.

Kemudian puncak musim hujan itu di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi di bulan Januari hingga Februari.

Baca Juga: Resep Dadar Gulung untuk Menu Takjil, Bisa Jadi Ide Jualan, Mudah Dibikin di Rumah

"Sehingga saat ini masih menghadapi puncak musim hujan,” ujar Dwikorita Karnawati.

Pergantian musim huhjan ke kemarau akan ditandai dengan pencaroba, yakni masa transisi dari satu musim ke musim lainnya.

Pancaroba musim hujan ke kemarau biasa disebut dengan kemareng. Sedangkan pancaroba musim kemarau ke musim hujan dikenal sebagai musim labuh.

Baca Juga: Catat Puncak Arus Mudik Lebaran 2025, Polisi Bakal Terapkan One Way Nasional

Terkait hal tersebut, BMKG menyatakan bahwa masa transisi tersebut (pancaroba) akan terjadi sekitar bulan Maret dan April.

Ada beberapa tanda yang bisa dilihat saat Indonesia memasuki musim pancaroba yakni sebagai berikut:

Cuaca tidak menentu

Saat pancaroba, cuaca jadi sering berubah-ubah. Bahkan perubahannya bisa cukup ekstrem dan tak terduga, bisa hujan deras dalam seketika, lalu tiba-tiba cerah meski seharian mendung.

Terjadi perubahan suhu

Tidak hanya cuaca, pancaroba juga berdampak pada suhu udara yang bisa berubah signifikan bahkan dalam waktu singkat. Perubahan suhu ini misalnya, saat pagi hari akan sangat terasa dingin sedangkan di siang hari akan sangat panas.

Intensitas angin kencang naik

Pancaroba juga berdampak pada intensitas hembusan angin kencang. Kemunculannya bisa cukup tiba-tiba hingga membuat cuaca berubah drastis.

Intensitas hujan berubah

Karena masa transisi, intensitas hujan bisa berkurang atau bahkan bertambah. Pada transisi musim hujan ke kemarau intensitas hujan akan semakin berkurang seiring berjalannya waktu.

Namun intesitas hujan di setiap wilayah akan berbeda tergantung lokasi geografis dan iklim.

Aktivitas serangga berkurang

Kondisi alam yang mulai berubah akan berdampak pada aktivitas serangga terutama pada perilakunya. Misalnya, laron mulai hilang yang biasanya muncul saat musim hujan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.