Jakarta

Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet 939 Orang, Ribuan Masih Hilang

Yusuf Doank | 31 Agustus 2026, 23:14 WIB
Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet 939 Orang, Ribuan Masih Hilang
Foto udara suasana rumah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Nuwakot, Nepal, Kamis (27/8/2026).

AKURAT JAKARTA - Otoritas penanggulangan bencana melaporkan jumlah korban tewas akibat banjir bandang dahsyat di kawasan perbatasan Nepal dan China 939 orang.

Sementara itu, 3.925 orang dilaporkan masih hilang seiring operasi penyelamatan yang memasuki hari keenam, Senin (31/8/2026).

Di wilayah Tibet, media pemerintah China mengonfirmasi 16 orang tewas dan 546 orang hilang.

Baca Juga: Pesona Machapuchare, Gunung Ekor Ikan Nepal yang Tak Pernah Tersentuh Pendaki

Jika digabungkan dari kedua wilayah perbatasan tersebut, total korban secara keseluruhan mencapai 955 jiwa tewas dan 4.471 orang hilang.

Daftar orang hilang di wilayah Nepal mencakup 592 warga negara asing (WNA). Selain itu, jumlah pekerja di lokasi proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang diterjang arus banjir kini tercatat 639 orang masih hilang, berkurang dari laporan sebelumnya sebanyak 933 orang.

Badan Penanggulangan Bencana Nepal merinci, sebanyak 3.333 warganya masuk dalam daftar pencarian. Jumlah ini mencakup 1.158 orang hilang di Distrik Nuwakot dan 865 orang di Distrik Rasuwa.

Di antara daftar warga yang hilang, terdapat 45 personel tentara Nepal, 38 petugas kepolisian, serta 18 petugas bea cukai dan imigrasi.

Dampak banjir bandang juga meluas hingga ke negara tetangga. Pihak berwenang di Negara Bagian Uttar Pradesh, India, mengonfirmasi penemuan 17 jenazah di aliran sungai yang berhulu dari Nepal.

Jenazah tersebut diduga kuat merupakan korban banjir bandang dan saat ini masih dalam proses identifikasi oleh otoritas setempat.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y