Jakarta

Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Korban Sedikitnya 14.000 Orang Tewas

Yusuf Doank | 15 Juli 2026, 22:16 WIB
Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Korban Sedikitnya 14.000 Orang Tewas
Ilustrasi

AKURAT JAKARTA – Gelombang panas ekstrem yang menerjang wilayah Eropa sejak pertengahan Juni lalu dilaporkan telah memicu lonjakan angka kematian yang sangat signifikan.

Data kematian awal dan estimasi para peneliti menunjukkan sedikitnya 14.000 orang meninggal dunia di enam negara Eropa yang paling terdampak.

Laporan yang dirilis Politico, Senin (13/7/2026), menyebutkan angka kematian ini jauh di atas tingkat kematian normal.

Baca Juga: Gebrakan Baru Segmen Mini EV, BYD Racco Resmi Meluncur di Jepang dengan Enam Pilihan Warna Modis dan Desain Paling Praktis

Para peneliti menduga kuat lonjakan drastis ini berkaitan langsung dengan cuaca ekstrem, mengingat tidak ditemukan adanya wabah atau ancaman kesehatan masyarakat lain selama periode tersebut.

Berdasarkan data pada paruh kedua Juni, Jerman menjadi negara dengan dampak paling parah setelah mencatat sekitar 6.800 kasus kematian dini.

Kondisi memprihatinkan juga terjadi di Inggris dengan 2.200 kematian, Prancis dengan 2.000 kematian, dan Belgia yang melaporkan 1.740 kematian.

Sementara itu, Spanyol dan Belanda masing-masing mencatat 810 dan 480 korban jiwa.

Suhu Udara Menembus 40 Derajat Celsius Gelombang panas yang melanda benua biru ini terjadi sejak pertengahan Juni, di mana merkuri pada termometer di sejumlah negara terus merangkak naik hingga mendekati angka 40 derajat Celsius.

Bahkan, pada pekan terakhir Juni, beberapa wilayah di Eropa secara resmi melaporkan bahwa suhu udara telah melampaui 40 derajat Celsius, sekaligus memecahkan rekor suhu tertinggi baru dalam sejarah negara-negara tersebut.

Para pakar kesehatan di Eropa kini terus mengimbau warga, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan guna menghindari risiko sengatan panas (heat stroke) yang fatal.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y