Karhutla Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Jadi Perhatian, Siapkan Modifikasi Cuaca

AKURAT JAKARTA – Pemerintah berusaha menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah secara maksimal dan terkoordinasi.
Salah satunya mengerahkan berbagai langkah mitigasi, mulai dari pemantauan intensif titik api, penyiapan operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga pengerahan armada udara.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Gedung Nusantara III DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Baca Juga: Kesaksian Kasus Siswi SMA Tewas Tertabrak KRL di Stasiun Jurangmangu
Dia menyebut pemerintah terus memantau perkembangan situasi karhutla di tengah kondisi cuaca ekstrem yang sangat kering akibat fenomena El Nino.
“Dalam masa El Nino ini, masih banyak terjadi karhutla di sebagian wilayah Indonesia. Titik api yang sangat banyak terpantau di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta yang cukup besar terjadi di Jawa Timur, tepatnya di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” ujar Prasetyo.
Prasetyo menegaskan, kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menjadi salah satu fokus perhatian utama pemerintah.
Koordinasi lintas sektor terus diperkuat demi mempercepat proses pemadaman dan membatasi sebaran api.
“Kami terus berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur, Pangdam, Kapolda, Menteri Kehutanan, beserta seluruh jajaran dan Kepala Balai TN Bromo Tengger Semeru untuk berupaya sekeras-kerasnya memadamkan api agar tidak terus meluas,” ungkapnya.
Selain upaya pemadaman darat, pemerintah juga menjajaki penerapan teknologi modifikasi cuaca.
Menurut Prasetyo, pihaknya telah menggelar rapat teknis bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Senin pagi untuk merancang OMC di zona-zona terdampak.
Kendati demikian, pelaksanaan modifikasi cuaca tetap menyesuaikan dengan kondisi teknis dan awan di lapangan.
Pemerintah secara paralel menyiagakan armada water bombing, helikopter, serta pesawat pemantau sesuai instruksi presiden.
“Hanya memang secara teknis tidak semuanya memungkinkan dilakukan OMC, tetapi seluruh peralatan, termasuk water bombing, helikopter, dan pesawat pendukung terus kami koordinasikan hari ini sesuai petunjuk dan perintah Bapak Presiden,” tuturnya.
Di tengah upaya pemadaman terpadu tersebut, pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memicu aktivitas yang berisiko menimbulkan percikan api di area rentan.
“Kondisi cuaca saat ini sangat kering sehingga sangat rentan terhadap percikan api. Kami mengimbau masyarakat untuk mawas diri dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu kebakaran tidak terkendali,” pungkas Prasetyo.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 7Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 8Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya


