Jakarta

Karhutla Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Jadi Perhatian, Siapkan Modifikasi Cuaca

Yusuf Doank | 11 Agustus 2026, 13:56 WIB
Karhutla Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Jadi Perhatian, Siapkan Modifikasi Cuaca
Seorang petugas pemadam kebakaran memadamkan kebakaran hutan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dekat Gunung Bromo di provinsi Jawa Timur, Indonesia pada 6 Agustus 2026. - Foto: AFP/Juni Kriswanto

AKURAT JAKARTA – Pemerintah berusaha menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah secara maksimal dan terkoordinasi.

Salah satunya mengerahkan berbagai langkah mitigasi, mulai dari pemantauan intensif titik api, penyiapan operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga pengerahan armada udara.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Gedung Nusantara III DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Baca Juga: Kesaksian Kasus Siswi SMA Tewas Tertabrak KRL di Stasiun Jurangmangu

Dia menyebut pemerintah terus memantau perkembangan situasi karhutla di tengah kondisi cuaca ekstrem yang sangat kering akibat fenomena El Nino.

“Dalam masa El Nino ini, masih banyak terjadi karhutla di sebagian wilayah Indonesia. Titik api yang sangat banyak terpantau di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta yang cukup besar terjadi di Jawa Timur, tepatnya di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” ujar Prasetyo.

Prasetyo menegaskan, kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menjadi salah satu fokus perhatian utama pemerintah.

Koordinasi lintas sektor terus diperkuat demi mempercepat proses pemadaman dan membatasi sebaran api.

“Kami terus berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur, Pangdam, Kapolda, Menteri Kehutanan, beserta seluruh jajaran dan Kepala Balai TN Bromo Tengger Semeru untuk berupaya sekeras-kerasnya memadamkan api agar tidak terus meluas,” ungkapnya.

Selain upaya pemadaman darat, pemerintah juga menjajaki penerapan teknologi modifikasi cuaca.

Menurut Prasetyo, pihaknya telah menggelar rapat teknis bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Senin pagi untuk merancang OMC di zona-zona terdampak.

Kendati demikian, pelaksanaan modifikasi cuaca tetap menyesuaikan dengan kondisi teknis dan awan di lapangan.

Pemerintah secara paralel menyiagakan armada water bombing, helikopter, serta pesawat pemantau sesuai instruksi presiden.

“Hanya memang secara teknis tidak semuanya memungkinkan dilakukan OMC, tetapi seluruh peralatan, termasuk water bombing, helikopter, dan pesawat pendukung terus kami koordinasikan hari ini sesuai petunjuk dan perintah Bapak Presiden,” tuturnya.

Di tengah upaya pemadaman terpadu tersebut, pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memicu aktivitas yang berisiko menimbulkan percikan api di area rentan.

“Kondisi cuaca saat ini sangat kering sehingga sangat rentan terhadap percikan api. Kami mengimbau masyarakat untuk mawas diri dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu kebakaran tidak terkendali,” pungkas Prasetyo.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y