Alun-Alun Surya Kencana Kebakaran, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Sementara

AKURAT JAKARTA – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memutuskan untuk menutup sementara seluruh aktivitas pendakian.
Hal itu menyusul kebakaran lahan yang melanda kawasan Alun-Alun Surya Kencana.
Penutupan operasional berlaku selama lima hari, terhitung sejak 7 hingga 11 Agustus 2026.
Langkah tegas ini diambil guna menunjang proses pemadaman total serta penanganan lokasi, sekaligus menjamin keselamatan para pendaki.
Keputusan tersebut secara resmi tertuang dalam Surat Edaran Kepala Balai Besar TNGGP mengenai penutupan kegiatan pendakian selama masa penanganan kebakaran.
Kepala Balai Besar TNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta, menjelaskan bahwa penutupan seluruh jalur penyeberangan dan pintu masuk merupakan langkah preventif guna mengantisipasi potensi bahaya di area terdampak.
"Dalam rangka penanganan kebakaran di Alun-Alun Surya Kencana, kegiatan pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ditutup pada tanggal 7 Agustus sampai dengan 11 Agustus 2026," tegas Sadtata, Jumat (7/8/2026).
Menanggapi penutupan mendadak ini, pihak Balai Besar TNGGP memberikan fasilitas pengembalian dana (refund) secara penuh bagi calon pendaki yang telah memesan tiket pada periode tersebut.
Mekanisme refund akan disalurkan melalui pesan otomatis WhatsApp resmi Balai Besar TNGGP yang dikirimkan ke nomor ketua rombongan terdaftar.
"Untuk proses pengajuan refund, calon pendaki yang telah melakukan pemesanan akan dikirimkan link pengajuan melalui WhatsApp resmi Balai Besar TNGGP kepada nomor ketua kelompok saat melakukan pendaftaran," jelas Sadtata.
Insiden kebakaran melanda kawasan Alun-Alun Barat Surya Kencana pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 15.15 WIB.
Kobaran api diperkirakan mengikis sekitar satu hektare lahan yang mayoritas ditumbuhi hamparan rumput kering dan sebagian vegetasi berkayu.
Aksi tanggap cepat dilakukan oleh petugas Resor PTN Gunung Putri, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), serta relawan setempat. Api berhasil dipadamkan sebelum meluas ke area hutan lindung.
Meski titik api utama sudah berhasil dipadamkan, personil di lapangan tetap disiagakan untuk menyisir sisa-sisa bara guna mencegah potensi timbulnya titik api susulan.
Pihak TNGGP mengimbau seluruh masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi arahan tersebut dan memantau perkembangan resmi dari kanal informasi TNGGP.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



