Jakarta

Manajemen Persita Resmi Rilis Team T-Shirt Terbaru, Zaki Optimalkan Pendapatan Alternatif

Yusuf Doank | 1 Agustus 2026, 23:20 WIB
Manajemen Persita Resmi Rilis Team T-Shirt Terbaru, Zaki Optimalkan Pendapatan Alternatif
Manajemen Persita Resmi Rilis Team T-Shirt Terbaru

AKURAT JAKARTA – Persita Tangerang tak hanya fokus membangun kedalaman skuad di bursa transfer, tim berjuluk Pendekar Cisadane juga menghadirkan kejutan bagi para pendukung setianya.

Manajemen Persita secara resmi merilis team t-shirt terbaru yang dikhususkan bagi suporter Laskar Benteng Viola (LBV).

Merchandise resmi ini dihadirkan sebagai identitas sekaligus simbol dukungan nyata saat mengawal perjuangan Persita di lapangan.

Baca Juga: Penyerang Muda Persita Siap Hadapi Aston Villa, Zaki Dukung Penuh Hokky Caraka

Selama ini, LBV dikenal sebagai basis suporter yang tak pernah surut memberikan semangat. Dominasi warna ungu di tribun Indomilk Arena selalu menjadi pemandangan khas setiap kali Pendekar Cisadane berlaga di kandang.

Menjelang kick-off Super League 2026/2027 pada pekan pertama September mendatang, manajemen mulai mematangkan berbagai aspek operasional, termasuk penyediaan merchandise resmi bagi para fans.

Peluncuran t-shirt resmi ini selaras dengan langkah manajemen dalam menggenjot sektor finansial. Presiden Klub Persita Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, menyatakan bahwa pihaknya tengah aktif mengoptimalkan berbagai potensi pendapatan alternatif.

Selain penjualan merchandise, strategi utama yang dijalankan mencakup kerja sama branding stadion hingga memperkuat interaksi (engagement) secara masif dengan para pendukung.

"Langkah ini dilakukan untuk menyiasati keterbatasan anggaran," ujar Zaki dalam sebuah wawancara di kanal YouTube TV nasional baru-baru ini.

Zaki menjelaskan bahwa kondisi finansial Persita tidak bisa disamakan dengan klub-klub raksasa nasional yang memiliki sejarah panjang serta dukungan sponsor yang melimpah.

"Sponsor untuk Persita harus diperjuangkan dengan effort luar biasa. Klub seperti Persib atau Persija sejak era Perserikatan didanai APBD tingkat provinsi, sedangkan kami dahulu hanya berpatokan pada APBD kabupaten. Dari latar belakang sejarahnya saja sudah berbeda," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y