Dulu Mengira Kuliah Mustahil, Satu Pengalaman Ubah Hidup Pemuda dari Daerah 3T hingga Lolos UGM Gratis

AKURAT JAKARTA - Bagi Julian Yusmar Dima Huda, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pernah terasa seperti mimpi yang mustahil.
Pemuda asal Desa Raenalulu, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, itu tumbuh tanpa kedua orang tua dan dibesarkan oleh kakek serta neneknya yang bekerja sebagai petani dan penjual kue dengan kondisi ekonomi sederhana.
Keterbatasan tersebut sempat membuat Yusmar tidak pernah membayangkan bisa berkuliah.
Namun, semuanya berubah ketika ia mengikuti ajang Duta Siswa Indonesia saat duduk di kelas 12 SMA.
Pengalaman itu membuka wawasannya bahwa pendidikan tinggi juga bisa diraih oleh siapa saja, termasuk anak-anak dari daerah 3T.
Sejak saat itu, Yusmar mulai berani mencari peluang sendiri.
Ia tidak lagi menunggu ditunjuk sekolah untuk mengikuti kompetisi, melainkan aktif mendaftarkan diri ke berbagai ajang pengembangan diri dan olimpiade.
Kesibukan sebagai wakil ketua OSIS dan anggota Pramuka juga tidak menghalanginya untuk tetap berprestasi di sekolah.
Untuk mengejar ketertinggalan, Yusmar membiasakan belajar pada dini hari.
Ia juga memanfaatkan telepon genggam yang baru dimilikinya saat pandemi COVID-19 sebagai sarana belajar mandiri.
Usaha tersebut menjadi cara baginya mengatasi keterbatasan akses pendidikan yang dialami sejak kecil.
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil.
Melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Yusmar diterima di Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM.
Ia juga memperoleh beasiswa UKT 100 persen sehingga dapat menempuh pendidikan tanpa biaya kuliah.
Yusmar memilih UGM sebagai tempat untuk keluar dari zona nyaman sekaligus membuktikan bahwa anak-anak dari daerah terpencil mampu bersaing di perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Baca Juga: Mengenal School Transition Anxiety, Penyebab Anak Cemas di Hari Pertama Masuk Sekolah
=====
Kisahnya menunjukkan bahwa perubahan besar sering kali berawal dari perubahan cara berpikir.
Ketika keberanian untuk mencoba muncul, keterbatasan bukan lagi menjadi penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


