Jakarta

Trump Ancam Bom Iran di Medsos, Delegasi Teheran Langsung Walkout dari Perundingan Damai di Swiss

Aisya Nur Aziza | 22 Juni 2026, 23:29 WIB
Trump Ancam Bom Iran di Medsos, Delegasi Teheran Langsung Walkout dari Perundingan Damai di Swiss
Gara-gara cuitan bom Iran jelang perundingan damai di Swiss, Teheran mendadak walkout

AKURAT JAKARTA – Jalur diplomasi yang sedang dirajut Amerika Serikat (AS) dan Iran mendadak buntu.

Delegasi Iran dilaporkan memilih walkout dan berbondong-bondong meninggalkan gedung pertemuan di Swiss pada Minggu (21/6/2026), sesaat setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman pengeboman baru melalui media sosial.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa aksi meninggalkan ruang sidang ini terjadi tepat setelah delegasi Iran menyelesaikan pertemuan darurat dengan utusan Qatar yang bertindak sebagai mediator.

"Delegasi Republik Islam Iran meninggalkan gedung tempat negosiasi berlangsung setelah bertemu dengan delegasi Qatar sebagai salah satu pihak mediator," tulis laporan resmi IRNA.

Aksi walkout ini dipicu oleh kejutan negatif dari Washington.

Di saat pembicaraan damai di Swiss baru saja dimulai, Trump justru mengunggah pesan provokatif di platform Truth Social yang mengulangi ancaman serangan militer ke wilayah Iran.

Baca Juga: Menhan Jerman Terang-terangan Sebut Donald Trump Jadi Penyebab Selat Hormuz Ditutup Lagi

Isu Mundur Dibantah, Diplomat Sebut Iran Hanya Protes

Meskipun sempat terjadi ketegangan akibat aksi walkout tersebut, masa depan negosiasi ini dikabarkan belum sepenuhnya mati.

Kepada kantor berita AFP, seorang diplomat yang memantau jalannya sidang mengonfirmasi bahwa langkah delegasi Iran lebih bersifat protes keras, bukan mundur permanen dari agenda perdamaian.

"Delegasi Iran tetap terlibat dalam pembicaraan dan belum mengindikasikan kepada para mediator niat untuk pergi (mundur dari negosiasi)," ungkap diplomat yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut.

Baca Juga: Baru 3 Hari Damai, Selat Hormuz Ditutup dan Trump Ancam Sanksi Tarif

Gertakan Keras Trump Jelang Perundingan

Sumbu kemarahan Teheran berakar dari isi unggahan Trump.

Ia mengancam akan meluncurkan serangan militer yang jauh lebih fatal ke wilayah Iran jika negara itu tidak segera menghentikan sokongan dana bagi milisi Hizbullah di Lebanon yang saat ini masih baku tembak dengan Israel.

"Iran harus segera menghentikan PROKSI mereka yang dibayar mahal di Lebanon agar tidak menimbulkan masalah. Jika tidak, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan pekan lalu, bahkan lebih keras lagi!!!" tulis Trump dengan huruf kapital.

Iran Siap Balas Militer: "Kamilah yang Bertindak!"

Merespons ancaman tersebut, Kepala Negosiator sekaligus Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, langsung mengeluarkan pernyataan tandingan yang tidak kalah sengit.

Ia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran sudah dalam posisi siaga satu untuk merespons segala bentuk agresi dari AS.

"Sebaiknya mereka hati-hati dengan pernyataan mereka. Angkatan bersenjata kami siap menanggapi dengan cara yang berbeda. Apa pun yang mereka katakan, kamilah yang bertindak," ketus Ghalibaf.

Insiden walkout ini memperlihatkan betapa rapuhnya Nota Kesepahaman (MoU) damai yang baru saja ditandatangani secara jarak jauh oleh Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (17/6/2026) lalu.

Belum genap seminggu disepakati, komitmen penghentian perang di semua front kini berada di ujung tanduk. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.