Jakarta

Kasus KDRT Naik, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Ajak Guru Ngaji dan Pondok Pesantren Cegah TPPO

M Rahman Akurat | 10 Juni 2026, 06:10 WIB
Kasus KDRT Naik, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Ajak Guru Ngaji dan Pondok Pesantren Cegah TPPO
Bupati Maesyal Rasyid saat membuka acara sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan TPPO

AKURAT JAKARTA – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, meminta kepada para guru ngaji, ustad, ustadzah, serta para pimpinan pondok pesantren (ponpes) untuk bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi dalam mencegah tindak kekerasan terhadap perempuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Maesyal Rasyid saat membuka acara Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan TPPO yang berlangsung pada Selasa (09/06/2026).

"Kami mohon sekali lagi bantuannya kepada para guru ngaji, ustad, ustadzah, dan pengelola pondok pesantren. Mari kita bergandeng tangan cegah pelanggaran pidana. Jangan pernah lelah dan letih untuk terus mengedukasi masyarakat," pinta Bupati Maesyal Rasyid.

Baca Juga: Indonesia Tekuk Mozambik 1-0, Skuad Garuda Sapu Bersih FIFA Matchday

Tragedi Kemanusiaan yang Mencederai Norma Agama

Dalam arahannya, Bupati Maesyal Rasyid menandaskan bahwa tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta perdagangan orang, bukan sekadar tindak pidana atau pelanggaran hukum semata.

Menurut bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini, fenomena tersebut merupakan sebuah tragedi kemanusiaan yang mencederai nilai-nilai luhur.

"Kalau ada kejadian seperti ini, bukan urusan pidana atau hukum saja. Persoalan kekerasan ini bukan sekadar pelanggaran hukum pidana, melainkan sebuah tragedi kemanusiaan yang mencederai norma-norma agama," tandasnya.

Baca Juga: Persija Resmi Rekrut STY Jadi Pelatih Baru, Ketua DPRD DKI Suhud: Jangan Sampai Persib Terus yang Juara

Angka KDRT Naik, Ponpes Jadi Garda Terdepan

Lebih lanjut, Bupati Maesyal menyoroti tren kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Hal ini dinilai harus menjadi perhatian serius dan komitmen bersama dari semua pihak untuk ditekan serta ditangani secara masif.

Guru ngaji, ustad, ustadzah, dan para pengelola ponpes dinilai memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pembinaan umat.

Mereka diharapkan mampu memberikan sumbangsih nyata dalam mengatasi berbagai tindakan KDRT yang dapat menghancurkan masa depan generasi penerus bangsa.

"Saya minta para guru ngaji, kyai, ustad, ustadzah, dan pimpinan pondok pesantren bisa terus memberikan edukasi mengenai keharmonisan rumah tangga, tanggung jawab suami-istri, serta pola asuh yang disisipkan dalam setiap ceramahnya," pintanya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.