Kasus KDRT Naik, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Ajak Guru Ngaji dan Pondok Pesantren Cegah TPPO

AKURAT JAKARTA – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, meminta kepada para guru ngaji, ustad, ustadzah, serta para pimpinan pondok pesantren (ponpes) untuk bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi dalam mencegah tindak kekerasan terhadap perempuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Maesyal Rasyid saat membuka acara Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan TPPO yang berlangsung pada Selasa (09/06/2026).
"Kami mohon sekali lagi bantuannya kepada para guru ngaji, ustad, ustadzah, dan pengelola pondok pesantren. Mari kita bergandeng tangan cegah pelanggaran pidana. Jangan pernah lelah dan letih untuk terus mengedukasi masyarakat," pinta Bupati Maesyal Rasyid.
Baca Juga: Indonesia Tekuk Mozambik 1-0, Skuad Garuda Sapu Bersih FIFA Matchday
Tragedi Kemanusiaan yang Mencederai Norma Agama
Dalam arahannya, Bupati Maesyal Rasyid menandaskan bahwa tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta perdagangan orang, bukan sekadar tindak pidana atau pelanggaran hukum semata.
Menurut bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini, fenomena tersebut merupakan sebuah tragedi kemanusiaan yang mencederai nilai-nilai luhur.
"Kalau ada kejadian seperti ini, bukan urusan pidana atau hukum saja. Persoalan kekerasan ini bukan sekadar pelanggaran hukum pidana, melainkan sebuah tragedi kemanusiaan yang mencederai norma-norma agama," tandasnya.
Angka KDRT Naik, Ponpes Jadi Garda Terdepan
Lebih lanjut, Bupati Maesyal menyoroti tren kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang mengalami kenaikan setiap tahunnya.
Hal ini dinilai harus menjadi perhatian serius dan komitmen bersama dari semua pihak untuk ditekan serta ditangani secara masif.
Guru ngaji, ustad, ustadzah, dan para pengelola ponpes dinilai memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pembinaan umat.
Mereka diharapkan mampu memberikan sumbangsih nyata dalam mengatasi berbagai tindakan KDRT yang dapat menghancurkan masa depan generasi penerus bangsa.
"Saya minta para guru ngaji, kyai, ustad, ustadzah, dan pimpinan pondok pesantren bisa terus memberikan edukasi mengenai keharmonisan rumah tangga, tanggung jawab suami-istri, serta pola asuh yang disisipkan dalam setiap ceramahnya," pintanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 3Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 4Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 5Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






