Sosialisasi SPMB 2026, Bupati Tangerang Tegaskan Penerimaan Siswa Baru Harus Transparan dan Bebas Pungutan

AKURAT JAKARTA – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, memberikan instruksi tegas terkait pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Bupati Maesyal menekankan bahwa seluruh proses seleksi SPMB di Kabupaten Tangerang wajib berjalan transparan, obyektif, dan bebas dari segala bentuk pungutan.
Hal tersebut disampaikan Bupati dalam acara Sosialisasi dan Deklarasi Komitmen Bersama SPMB Tahun 2026 yang digelar di Hotel Lemo, Selasa (19/05/26).
Baca Juga: Kenali Sekarang! Ini 5 Tanda Burnout yang Bisa Ganggu Mental Kamu
Komitmen Bersama Tanpa Pungutan
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengapresiasi kehadiran perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Provinsi Banten.
Kehadiran mereka menjadi bukti pengawasan kuat terhadap mutu pendidikan di wilayah tersebut.
"Alhamdulillah, kita berkomitmen bersama bahwa penerimaan murid baru harus betul-betul transparan dan obyektif. Tidak ada pungutan apapun untuk penerimaan murid baru tahun 2026," tegas Maesyal Rasyid.
7 Poin Deklarasi SPMB 2026
Acara ini ditandai dengan pembacaan 7 poin deklarasi oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Deklarasi tersebut mencakup transparansi proses seleksi, kejelasan metode pelaksanaan, penguatan kualitas pendidikan daerah, dan konsistensi seluruh jajaran satuan pendidikan.
"Ini adalah awal komitmen kita untuk menguatkan keyakinan dan semangat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Tangerang," tambahnya.
4 Jalur Penerimaan Siswa Baru
Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan akan tetap menggunakan empat metode utama sesuai regulasi yang berlaku.
Sistem ini akan dilaksanakan baik secara daring (online) maupun luring (offline).
Metode penerimaan siswa baru yang berlaku adalah:
Jalur Afirmasi: Untuk siswa dari keluarga tidak mampu.
Jalur Prestasi: Berdasarkan capaian akademik maupun non-akademik.
Jalur Domisili (Zonasi): Berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah.
Jalur Mutasi: Untuk siswa yang mengikuti perpindahan tugas orang tua.
Target: Zero Anak Putus Sekolah
Di akhir pernyataannya, Bupati meminta seluruh pihak terlibat untuk loyal terhadap poin-poin deklarasi.
Tujuan utamanya adalah memastikan ketertiban administratif dan menjamin hak pendidikan setiap anak.
"Yang lebih penting lagi adalah supaya anak-anak usia sekolah tidak putus sekolah. Saya minta seluruh pihak konsisten melaksanakan tugas ini agar SPMB berjalan lancar," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





