Jakarta

Sampai Kapan Hujan Lebat Landa Jakarta, Berikut Penjelasan dari BMKG

Yusuf Doank | 7 Mei 2026, 22:18 WIB
Sampai Kapan Hujan Lebat Landa Jakarta, Berikut Penjelasan dari BMKG
Ilustrasi

AKURAT JAKARTA – BMKG memprediksi potensi hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem masih akan mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya selama sepekan ke depan.

Kondisi cuaca yang tidak menentu ini dipicu oleh aktivitas sejumlah gelombang atmosfer yang terpantau masih aktif melintasi wilayah Jakarta.

BMKG mencatat, dalam beberapa hari terakhir, curah hujan di Jakarta bahkan telah mencapai kategori ekstrem dengan angka 166,5 mm per hari.

Baca Juga: Viral Pria Masuk Kolong Peron Stasiun Kebayoran Diduga Lecehkan Penumpang Wanita

Menurut analisis BMKG, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 2 (dua) berkontribusi besar dalam pembentukan awan hujan di wilayah barat Indonesia, termasuk Jakarta.

Selain itu, adanya sirkulasi siklonik serta kelembapan udara yang tinggi turut memperkuat proses konvektif awan hujan.

"Faktor lokal berupa pemanasan permukaan yang kuat pada siang hari mendukung terbentuknya awan-awan hujan secara mendadak pada sore hingga malam hari," tulis BMKG dalam laporannya, dikutip Rabu (6/5/2026).

Fenomena unik yang dirasakan warga Jakarta belakangan ini adalah suhu udara yang tetap terasa panas menyengat di siang hari meski turun hujan lebat di sore hari.

Hal ini dipengaruhi oleh mulai menguatnya Monsun Australia yang membawa massa udara kering, sehingga radiasi matahari diterima secara optimal oleh permukaan bumi sebelum tertutup awan hujan di sore hari.

Hingga tanggal 11 Mei 2026, BMKG memprediksi potensi pembentukan awan hujan di wilayah Jawa Barat masih sangat dinamis.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan, terutama para komuter yang melintasi jalur utama Depok-Jakarta, diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi genangan air, angin kencang, dan penurunan jarak pandang saat hujan lebat terjadi.

Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang masih berpotensi terjadi hingga pertengahan Mei.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y