BMKG Wanti-wanti Kemarau 2026 Bakal Lebih Panjang, El Nino Jadi Pemicu

AKURAT JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca ekstrem di Tanah Air.
Musim kemarau tahun 2026 diprediksi akan berlangsung lebih panjang dengan intensitas curah hujan di bawah normal.
Kondisi ini dipicu oleh fenomena El Nino kategori lemah hingga moderat yang mulai berdampak pada berkurangnya pasokan air hujan di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Serapan APBD 2026 Tertinggi Lima Tahun Capai 13,97 Persen, Pemprov DKI Akui Arus Kas Malah Tertekan
Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, menjelaskan bahwa karakteristik kemarau tahun ini berbeda dari biasanya.
Berdasarkan data BMKG, sekitar 56 persen wilayah zona musim di Indonesia akan menghadapi periode kering yang melampaui batas normal.
"Perhitungan kami menunjukkan adanya penambahan sekitar 20 hari lebih lama untuk durasi musim kemarau pada tahun ini," ujar Fachri dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).
Indikator utama yang dipantau meliputi pergeseran awal musim, durasi yang lebih lama, serta akumulasi curah hujan yang jauh di bawah rata-rata selama tiga dekade terakhir.
Kekeringan diprediksi akan jauh lebih dominan terjadi di wilayah selatan Indonesia. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya jumlah dasarian (periode 10 harian) kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Adapun puncak kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan jatuh pada Agustus 2026.
Kombinasi antara durasi kemarau yang panjang dan pengaruh El Nino membawa risiko serius bagi berbagai sektor, di antaranya:
Sektor Pertanian: Ancaman gagal panen di sejumlah daerah lumbung pangan nasional.
Lingkungan: Meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Ketersediaan Air: Penurunan debit air untuk kebutuhan rumah tangga dan irigasi.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera melakukan langkah antisipasi, seperti manajemen stok air dan kesiapsiagaan pemadaman api, guna meminimalkan dampak kekeringan tahun ini.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





