Jakarta

Menko Airlangga Sebut Fundamental Ekonomi Kokoh, Stok BBM Nasional Aman

Yusuf Doank | 31 Maret 2026, 20:50 WIB
Menko Airlangga Sebut Fundamental Ekonomi Kokoh, Stok BBM Nasional Aman
Menko Airlangga Sebut Fundamental Ekonomi Kokoh, Stok BBM Nasional Aman

AKURAT JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kondisi perekonomian nasional saat ini tetap stabil dengan fundamental yang kokoh.

Pernyataan ini disampaikan guna meredam kekhawatiran masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga minyak mentah dunia yang dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Dalam konferensi pers virtual terkait kebijakan pemerintah menyikapi dinamika global, Selasa (31/3/2026), Airlangga memastikan bahwa pasokan energi dalam negeri tidak terganggu.

Baca Juga: Indonesia Pinjamkan Komodo ke Jepang dalam Program Breeding Loan

Dia menjamin stabilitas fiskal tetap menjadi prioritas utama pemerintah dalam menghadapi tekanan eksternal.

"Perlu ditekankan kepada masyarakat bahwa kondisi perekonomian nasional tetap stabil dengan fundamental yang kokoh. Stok BBM nasional dalam kondisi aman dan stabilitas fiskal tetap terjaga," kata Airlangga.

Airlangga menambahkan, meskipun rantai pasok dunia tengah diuji oleh berbagai konflik internasional, Indonesia telah menunjukkan resiliensi sebagai bangsa yang adaptif.

Menurutnya, situasi sulit ini tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan, melainkan peluang untuk mempercepat transformasi menuju tata kelola yang lebih efisien.

"Situasi ini bukanlah hambatan, melainkan momentum bagi kita untuk melakukan akselerasi perubahan perilaku yang modern dan efisien," tuturnya.

Menyikapi perkembangan di Timur Tengah, Airlangga menyatakan bahwa pemerintah segera melakukan langkah-langkah mitigasi dan antisipasi sesuai dengan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Hal ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan roda ekonomi tetap berputar di tengah ancaman krisis energi global.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, pemerintah juga memperkenalkan kerangka kebijakan baru yang komprehensif.

"Memanfaatkan momentum ini, pemerintah melakukan transformasi melalui delapan butir transformasi budaya kerja nasional ditambah dengan penguatan kebijakan energi," urai Airlangga.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi domestik sehingga lebih tahan terhadap guncangan eksternal di masa depan. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu ketidakstabilan pasar.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y