Jakarta

Indonesia Pinjamkan Komodo ke Jepang dalam Program Breeding Loan

Yusuf Doank | 31 Maret 2026, 20:42 WIB
Indonesia Pinjamkan Komodo ke Jepang dalam Program Breeding Loan
Indonesia Pinjamkan Komodo ke Jepang dalam Program Breeding Loan

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Indonesia menjalin kerja sama dengan Pemerintah Prefektur Shizuoka, Jepang, dalam bidang konservasi satwa liar.

Salah satu poin penting dari kesepakatan ini adalah program breeding loan (pembiakan) untuk satwa komodo (Varanus komodoensis).

Dalam program ini, Indonesia akan meminjamkan dua ekor komodo ke Jepang untuk tujuan pembiakan.

Baca Juga: Gubernur Pramono Apresiasi Zebra Cross Pac-Man di Tebet, Namun Tegaskan Tetap Harus Sesuai Aturan

Kesepakatan ini dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Gubernur Prefektur Shizuoka Yasutomo Suzuki.

Menhut Raja Juli Antoni menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar pertukaran satwa biasa, tetapi merupakan bagian dari upaya Diplomasi Hijau (Green Diplomacy) Indonesia untuk menjaga warisan biodiversitas dunia.

"Ini adalah wujud komitmen jangka panjang Indonesia dalam menjaga kekayaan alam dan memperkuat kesadaran internasional akan pentingnya konservasi," kata Raja Juli Antoni dalam keterangannya.

Sebagai imbalan atas peminjaman komodo tersebut, Jepang juga akan mengirimkan beberapa satwa eksotis lainnya, seperti jerapah dan panda merah, untuk dipelihara di lembaga konservasi Indonesia.

Kemenhut juga memastikan bahwa pelaksanaan program ini akan dilakukan dengan hati-hati, transparan, dan sesuai dengan standar nasional maupun internasional yang berlaku.

Kontroversi dan Tantangan Konservasi

Meskipun bertujuan untuk mendukung upaya konservasi komodo, program breeding loan ini tidak luput dari kritik.

Kelompok pembela hak-hak hewan, People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), menyampaikan kekhawatirannya akan kesejahteraan komodo yang dipindahkan dari habitat aslinya.

PETA menilai bahwa satwa tidak seharusnya menjadi komoditas diplomatik dan program pembiakan di penangkaran dapat berdampak buruk bagi kelangsungan hidup spesies tersebut.

"Komodo adalah satwa yang cerdas dan hidup secara bebas di habitat aslinya. Memindahkan mereka ke penangkaran tidak menjamin kesejahteraan dan pelestarian spesies," kata Jason Baker, Presiden PETA Asia.

Tantangan lainnya dalam upaya konservasi komodo adalah menjaga keberlangsungan habitat aslinya di Taman Nasional Komodo.

Perubahan iklim, seperti fenomena El Nino yang semakin sering terjadi, dapat berdampak buruk bagi ketersediaan pangan dan sumber daya air bagi komodo. Selain itu, ancaman perburuan liar dan degradasi habitat juga harus terus menjadi perhatian utama.

Terlepas dari kontroversi yang ada, program breeding loan komodo ke Jepang ini menunjukkan pentingnya kerja sama internasional dalam upaya konservasi satwa liar.

Dengan berbagi pengetahuan, sumber daya, dan keahlian, negara-negara dapat bekerja sama untuk melindungi spesies-spesies yang terancam punah dan menjaga keseimbangan ekosistem global.

Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki kekayaan biodiversitas tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian satwa-satwa langka, seperti komodo.

Kerja sama dengan negara lain, seperti Jepang, diharapkan dapat memperkuat upaya konservasi dan memastikan kelangsungan hidup satwa-satwa tersebut bagi generasi mendatang.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y