Terjunkan 100 Petugas Gabungan Tiap Hari, Pemprov DKI Perketat Pengawasan Ketertiban Pasar Tanah Abang Selama Ramadhan 2026

AKURAT JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat memperketat pengawasan di kawasan Pasar Tanah Abang selama Ramadhan 2026.
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, mengungkapkan bahwa lebih dari 100 petugas diterjunkan setiap hari untuk menjaga ketertiban kawasan pusat grosir terbesar di Indonesia tersebut.
Menurut Arifin, personel gabungan yang disiagakan terdiri dari sekitar 40 petugas Dinas Perhubungan dan 60 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Selain itu, ditambah dukungan rutin dari petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang bertugas menjaga kebersihan sepanjang hari.
"Kurang lebih 100 orang per hari. PPSU juga saya minta rutin melakukan penyapuan karena aktivitas di sana sangat tinggi, sehingga sampah cepat berserakan," ujar Arifin kepada wartawan, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan, intensitas pengawasan meningkat selama Ramadhan, karena Pasar Tanah Abang tetap menjadi tujuan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.
Aktivitas perdagangan yang padat membuat potensi kesemrawutan dan penumpukan sampah semakin besar, sehingga petugas perlu hadir lebih sering.
"Tanah Abang masih tetap jadi pusat pilihan orang untuk belanja kebutuhan Lebaran, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun kebutuhan grosir. Karena itu aktivitasnya tinggi," kata Arifin.
Baca Juga: Pendaftaran Mudik Gratis Pemprov DKI 2026 Gelombang 2 Resmi Dibuka, Berikut Link dan Cara Daftarnya
Meski pengawasan tidak berlangsung 24 jam penuh, Arifin memastikan personel ditempatkan pada jam-jam sibuk, yakni mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB, saat kawasan pasar mulai dipadati pembeli dan pedagang.
Penempatan personel gabungan ini akan terus berlangsung hingga akhir Ramadhan. Setelah Idul Fitri, jumlah petugas kemungkinan akan dikurangi kembali, tetapi pengawasan tidak akan dihentikan sepenuhnya.
"Kita ingin kawasan Pasar Tanah Abang tetap rapi, teratur, dan nyaman. Kalau kumuh, orang malas datang. Yang rugi justru pedagangnya sendiri," tegas Arifin. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



