Asyik, Pemerintah Salurkan BLT Rp 900 Ribu, Pastikan Bantuan Cair Cepat dan Tepat

AKURAT JAKARTA — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menerima Menteri Sosial (Mensos) di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, guna memastikan percepatan penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah menekankan bahwa seluruh bantuan, termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), harus segera cair dan diterima masyarakat dengan tepat sasaran.
Seskab Teddy menegaskan pentingnya efisiensi birokrasi agar dana bantuan tidak tertahan. Adapun skema BLT yang disiapkan Pemerintah adalah:
Baca Juga: KSPI dan Partai Buruh Tolak UMP DKI 2026 Rp5,73 Juta, Said Iqbal: Masih di Bawah KHL dan Upah Bekasi
BLT Reguler: Sebesar Rp 200.000 yang disalurkan setiap bulan.
BLT Tambahan: Sebesar Rp 900.000 (total untuk 3 bulan) yang diperuntukkan bagi 35 juta kepala keluarga atau mencakup sekitar 120 juta jiwa.
Bantuan Khusus Korban Bencana Sumatera
Selain BLT nasional, Pemerintah memberikan atensi khusus bagi warga terdampak bencana di Sumatera. Seskab memastikan setiap kepala keluarga pengungsi akan mendapatkan dukungan minimal Rp 8 juta.
Dana ini dialokasikan untuk isian rumah sebesar Rp 3 juta dan modal pemulihan ekonomi sebesar Rp 5 juta.
"Seluruh dana santunan dan bantuan ini akan langsung dibagikan oleh Kementerian Sosial berdasarkan data yang disetujui oleh Bupati dan Wali Kota setempat agar prosesnya cepat," ujar Seskab dalam pertemuan tersebut.
Baca Juga: Nova Arianto Promosi ke Timnas U-20, Zaki Iskandar: Kemungkinan Bawa Gerbong Kepelatihan
Penerima manfaat di wilayah bencana juga tetap akan mendapatkan dukungan tambahan berupa:
Beras 10 kg per bulan dan uang lauk pauk Rp 300-450 ribu per bulan.
Uang Tunggu Hunian (UTH) sebesar Rp 600 ribu selama proses pembangunan hunian tetap.
Santunan Korban Jiwa
Pemerintah juga menyalurkan santunan duka bagi keluarga korban bencana. Untuk korban meninggal dunia diberikan santunan sebesar Rp 15 juta, sementara untuk korban luka berat mendapatkan santunan sebesar Rp 5 juta.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran negara dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana maupun tekanan ekonomi di akhir tahun. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






