Jakarta

Darurat Sampah! Bupati Tangerang Minta Komplek Perumahan dan Kawasan Usaha serta Industri Bangun TPS 3R

Sastra Yudha | 23 September 2025, 06:28 WIB
Darurat Sampah! Bupati Tangerang Minta Komplek Perumahan dan Kawasan Usaha serta Industri Bangun TPS 3R

AKURAT JAKARTA - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mendorong agar kawasan permukiman, komplek perumahan, serta kawasan usaha dan industri, untuk membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).

Hal tersebut disampaikan Bupati Tangerang saat meninjau lokasi TPS 3R milik Pengembang Suvarna Sutera di Kecamatan Sindangjaya, pada Senin (22/09/2025).

Diungkapkan Bupati Maesyal, sesuai arahan dari Menteri Lingkungan Hidup bahwa setiap kawasan, baik itu kawasan usaha maupun kawasan perumahan, harus memiliki tempat pengolahan sampah TPS 3R.

Baca Juga: Dari Jembatan Jadi Destinasi Instagramable, Inilah Pesona JPO Phinisi Jakarta

"Kami akan terus mendorong agar kawasan-kawasan tersebut bisa membangun TPS 3R di lingkungannya masing-masing untuk mengurangi volume sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin," tegasnya.

Dikatakan Bupati Maesyal Rasyid, dengan adanya TPS 3R di masing-masing kawasan, selain mengurangi volume sampah yang diangkut ke TPA Jatiwaringin, juga ada nilai ekonomi yang didapat masyarakat sekitar.

"Di TPS 3R ini sampah bisa diolah menjadi bahan yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomis," ungkapnya.

Dari sampah organik, lanjut bupati, bisa untuk budidaya maggot, pupuk, dan budidaya lele. "Maggot bisa dijual seharga Rp4.000 perkilogram," imbuhnya.

"Dari sampah nonorganik, abunya bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan paving block," lanjutnya.

Baca Juga: Efek Tak Terduga Minum Teh Setelah Bangun Tidur ketika Perut Kosong

Bupati Maesyal mengapresisasi Pengembang Suvarna Sutera yang telah membangun TPS 3R, yang mampu mengolah sekitar 5 ton sampah dalam waktu satu hari.

"Pengolahan sampah di Suvarna Sutra ini minimal sudah mengurangi jumlah sampah yang kita angkut ke TPA setiap harinya. Kita lihat bersama tadi, sampahnya juga bisa diolah menjadi bahan yang ada nilai ekonomisnya," jelasnya.

Dia berharap TPS 3R di Suvarna Sutera tersebut bisa menjadi model dan diadopsi di kawasan perumahan lainnya.

"Ini bisa menjadi model dan selanjutnya bisa diadopsi untuk kawasan-kawasan lainnya dan di setiap kecamatan," katanya.

Namun demikian, pemerintah daerah juga terus membuka peluang bagi pihak lainnya untuk menggunakan teknologi lain yang lebih praktis dalam pengelolaan sampah.

Baca Juga: Komisi III DPR Desak KPK Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, Gus Abduh: Jangan Coba-coba Ada yang Lindungi Pelaku, Ini Menyangkut Umat!

Bupati Maesyal juga tak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk lebih tertib dan membiasakan diri hidup bersih, tidak membuang sampah sembarangan.

"Mari kita kelola sampah dengan lebih bijak. Jangan buang sampah di bahu-bahu jalan," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.