Pantai Pangandaran Dipenuhi Sampah, Susi Pudjiastuti Emosi Doakan Ombak Menggulung

AKURAT JAKARTA - Kondisi memprihatinkan di Pantai Pangandaran memicu kemarahan Susi Pudjiastuti, tokoh yang dikenal sangat peduli terhadap kelestarian laut Indonesia.
Dalam video terbaru yang dibagikan melalui akun Twitter pribadinya pada 26 April 2025, Susi Pudjiastuti menyoroti betapa parahnya pencemaran sampah di pesisir Pantai Pangandaran.
Kejadian ini bukan hanya membuatnya geram, tetapi juga menjadi pengingat keras tentang minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
Dalam video berdurasi 1 menit 43 detik tersebut, terlihat jelas tumpukan sampah, mulai dari plastik hingga limbah lainnya, memenuhi garis pantai.
Lebih mengejutkan lagi, Susi Pudjiastuti menemukan alat tangkap bibit lobster yang tak seharusnya digunakan di kawasan konservasi.
Sebagai mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, ia menegaskan pentingnya melindungi ekosistem laut dari kerusakan akibat ulah manusia.
"Di laut sudah disampahin, dikotorin, ini apa nih, dirusak, diambil bibit-bibit lobster pakai alat-alat seperti ini. Manusia itu kenapa merusak," ujarnya dengan nada emosional dalam video tersebut.
Reaksi itu menggambarkan betapa dalam kekhawatirannya terhadap kondisi laut yang semakin memburuk karena ulah tangan manusia sendiri.
Tak hanya menyuarakan kekecewaannya, Susi Pudjiastuti juga menyampaikan harapan agar ombak besar bisa datang menggulung sampah-sampah tersebut dan membawanya kembali ke darat, agar lebih mudah dikumpulkan dan dibersihkan.
"Semoga lebih besar lagi ombak menggulung hal-hal seperti ini, dan membawa sampah kembali kepinggir kepada kita. Manusia itu hanya merusak," lanjutnya.
Susi bahkan mengungkapkan bahwa ia harus meluangkan waktu sekitar satu jam untuk membersihkan pantai sebelum bisa menikmati akhir pekannya bersama anak-anak.
"Mau kegiatan weekend di Pantai dengan anak-anak, 1 jam habis untuk bersihkan sampah," tandasnya.
Aksi nyata dan kritik pedas dari Susi Pudjiastuti ini menuai berbagai reaksi di media sosial.
Banyak yang mendukung dan turut prihatin atas kondisi laut Indonesia yang semakin memprihatinkan.
Kejadian ini pun diharapkan dapat membuka mata masyarakat dan pemerintah agar lebih serius menangani persoalan sampah laut.
(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026




