Hadiri High Level Meeting On The Leprosy Progamme Kemenkes, Wabup Intan Ajak Masyarakat Dukung Gerakan Eliminasi Kusta di Kabupaten Tangerang

AKURAT JAKARTA - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menyampaikan bahwa kusta masih menjadi masalah dan tantangan kesehatan di Kabupaten Tangerang.
Karena itu, ia mendukung penuh Gerakan Bersama Tim Percepatan Eliminasi Kusta yang diinisiasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Wabup Intan Nurul di hadapan peserta High Level Meeting on the Leprosy Progamme yang diselenggarakan oleh Kemenkes bersama Sasakawa Health Foundation, di Nusa Dua, Bali, Selasa (8/7/2025).
Baca Juga: Bansos BSU 2025 Rp600 Ribu Tak Kunjung Cair? Jangan Panik! Berikut 9 Alasan dan Cara Mengatasinya
Pertemuan tersebut menetapkan pilot project Percepatan Eliminasi Kusta melalui kegiatan pemeriksaan kusta pada program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG).
Pilot project ini akan dilaksanakan di lima kabupaten dan kota dengan beban tinggi kusta. Kelimanya adalah: Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Brebes, Kabupaten Sampang dan Kota Jayapura.
Dalam forum tersebut, Wabup Intan menyampaikan bahwa saat ini masih ditemukan kasus baru penderita kusta anak dan dewasa di Kabupaten Tangerang.
"Penyakit ini terutama menyerang kulit, saraf tepi, dan jika tidak diobati, dapat menyebabkan kecacatan permanen," kata Intan.
Kasus anak terdiagnosa kusta di Kabupaten Tangerang pun masih tinggi, yaitu di atas 5 persen. "Capaian ini masih di atas target nasional yaitu 5 persen," ungkapnya.
Menurut Intan, kondisi tersebut dikarenakan selain belum optimalnya Kelompok Perawatan Diri (KPD), juga masih adanya stigma negatif tentang penyakit kusta di masyarakat.
Baca Juga: Fraksi Golkar Soroti APAR Kadaluarsa, Gulkarmat DKI Jakarta Janji Periksa Seluruh Wilayah
Untuk itu, pihaknya mendukung penuh pencapaian eliminasi kusta di Indonesia dan berharap Gerakan Bersama Tim Percepatan Eliminasi Kusta ini dapat berjalan optimal.
“Saya mendukung penuh upaya percepatan eliminasi kusta di Indonesia, khususnya di Kabupaten Tangerang, melalui Gerakan Bersama Tim Percepatan Eliminasi Kusta Kabupaten Tangerang," tegasnya.
"Saya berharap gerakan ini dapat mewujudkan Eliminasi Kusta di tahun 2030, demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Tangerang yang sehat, sejahtera dan berdaya saing", lanjutnya.
Wabup Intan Nurul juga mengajak seluruh pihak mendukung penuh Gerakan Bersama Tim Percepatan Eliminasi Kusta tersebut, agar prosentase kasus kusta di Kabupaten Tangerang dapat ditekan sekecil mungkin bahkan sampai nol kasus.
"Saya juga mengajak semua pihak, mulai dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, para camat dan seluruh pihak terkait termasuk masyarakat, mari bersama-sama akhiri stigma negatif dan atasi kusta bersama," tandasnya.
Baca Juga: Suzuki Grand Vitara GX 2023: SUV Gagah Penuh Fitur Canggih yang Masih Jadi Idaman hingga 2025
Sementara Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa kusta sempat tidak menjadi prioritas utama dibandingkan penyakit menular lain seperti tuberkulosis, HIV, dan malaria.
Namun demikian, pertemuan dengan Sasakawa pada World Health Assembly tahun 2023 menginspirasi komitmen baru Pemerintah Indonesia untuk menghapus penyakit yang seharusnya sudah tidak ada lagi.
“Saya menyadari bahwa kusta bukan sekadar persoalan angka kasus. Kusta adalah penyakit yang membawa stigma dan diskriminasi. Karena itu, kita perlu langkah luar biasa agar Indonesia segera mencapai 0 kusta, 0 disabilitas, dan 0 stigma,” ujar Budi.
Menurut Menkes Budi Gunadi, Kementerian Kesehatan telah merancang langkah-langkah strategis percepatan eliminasi kusta. Beberapa Langkah strategis tersebut yaitu:
1. Perluasan wilayah akselerasi target eliminasi kusta dari 42 menjadi 111 kabupaten/kota pada 2030
2. Pelaksanaan skrining masif di 5 kabupaten/kota yang dimulai Juli 2025,
3. Penerapan skrining bagi populasi dengan risiko tinggi sindrom hipersensitivitas Dapsone, khususnya di Papua, Maluku, dan Sulawesi
4. Penguatan ketersediaan pengobatan MDT dan partisipasi aktif dalam riset dan uji klinis vaksin kusta internasional.
Baca Juga: Lee Si Young Umumkan Kehamilan Anak Keduanya Usai Bercerai dari Mantan Suami
"Pelaksanaan skrining masif dimulai pada bukan Juli 2025 di 5 kabupaten prioritas yaitu Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Brebes, Kota Jayapura, dan Kabupaten Sampang," jelasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








