Ikut Jadi Korban Banjir, Walikota Bekasi Blak-blakan Soal Ngungsi di Hotel Berbintang

AKURAT JAKARTA - Rumah ikut kebanjiran, Walikota Bekasi Tri Ardhianto diketahui mengungsi di hotel berbintang Horison Ultima pada Selasa (4/3) malam.
Politisi PDIP tersebut mengaku mengungsi bersama keluarganya di hotel lantaran posisi tersebut dinilai strategis untuk meninjau korban banjir.
Melansir dari akun media sosial TikTok @rakyatbekasi.com, terlihat seorang wanita mengantar Ibu nomor satu di Kota Bekasi itu memasuki hotel untuk mengungsi.
Baca Juga: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terciduk Maki Warga di Media Sosial
"Gais kita nganter ibu Wiwiek yang mau stay dihotel karena rumahnya kebanjiran. Ibu walikota kita rumahnya kebanjiran gais, jadi nginepnya di Horison" ucap wanita dalam sebuah video.
Meski mengaku mengungsi di Hotel berbintang, Tri menuturkan bahwa ia dan istri hanya menginap untuk sementara.
Baca Juga: Banjir Makin Parah, Walikota Bekasi Minta Warga Segera Tinggalkan Rumah
Hal itu lantaran banyaknya agenda yang harus dilakukan untuk meninjau korban banjir Bekasi yang belum juga surut.
"Karena istri saya saja jam 04.00 WIB sudah bantu-bantu masak buat makanan korban banjir. Jadi, saya nggak stay selamanya di hotel,” tutur Tri.
Melansir dari akun media sosial yang sama, pada Rabu siang, Wiwiek Hargono terpantau membagikan nasi bungkus dan juga snack ke sejumlah warga terdampak banjir.
Baca Juga: Berseteru dengan Dokter TikTok, Nikita Mirzani dan Asisten Tetap Slay Saat Ditahan Polda Metro Jaya
Bersama perangkat desa Kelurahan Kayuringin Jaya, istri Walikota Bekasi tersebut nampak menyusuri jalan dan membantu warga dengan perahu karet ditengah banjir kota Bekasi.
"Ibu walikota Bekasi @wiwiek.hargono terjun bagikan nasi bungkus dan snack ke warga yang terkena dampak banjir," tulis akun tersebut, Rabu (5/3).
Kendati demikian, netizen justru menanggapi aksi walikota Bekasi tersebut dengan reaksi pro dan kontra.
Baca Juga: Nekat Terjang Banjir, Sebuah Mobil di Bekasi Terseret Arus dan Tenggelam
Menurut netizen, hal tersebut tidak seharusnya dilakukan sementara masih banyak korban banjir yang justru mengungsi di rumah atap mereka dan menunggu dievakuasi.
"Ini yang rekam siapa sih, warganya masih bingung mau tidur dimana karena kebanjiran ini malah ngerekam atasannya tidur di hotel, parah.." komen @hemmm
"Ini mencerminkan seorang pemimpin yang tidak empati terhadap penderitaan warganya. Seharusnya seorang pemimpin harus bersama rakyatnya dalam kondisi sulit seperti ini," timpal @esse_biru.
Baca Juga: Dikepung Banjir Bandang, Sejumlah Titik di Bekasi Lumpuh
"Mau nginep dimanapun boleh itu hak mereka,tapi alangkah baiknya tidak dipublikasikan, persepsi orang kan beda," @dolah bahweel.
Bagaimana menurutmu?(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 7Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 8Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






