Jakarta

Mengaku Diintai Lewat 'PBX Finder', Eks Ketua BEM UGM Diminta Polda DIY Segera Bikin Laporan Resmi

Aisya Nur Aziza | 17 Juni 2026, 12:17 WIB
Mengaku Diintai Lewat 'PBX Finder', Eks Ketua BEM UGM Diminta Polda DIY Segera Bikin Laporan Resmi
EKS BEM UGM Tiyo Ardianto

AKURAT JAKARTA — Mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, mengaku menjadi korban pengintaian setelah menemukan dua buah alat diduga pelacak (GPS tracker) yang menempel di mobilnya.

Temuan tersebut dinilainya sengaja dilakukan oleh oknum tidak dikenal sebagai bentuk intimidasi dan teror psikologis.

Dugaan pengintaian ini pertama kali diungkapkan Tiyo melalui akun Instagram pribadinya.

Kejadian bermula saat ia mengisi sebuah acara diskusi di Semarang pada Sabtu (13/6).

Saat itu, Tiyo menyadari ada sejumlah orang tak dikenal yang menguntit dan memotret dirinya secara terang-terangan.

Baca Juga: Aliansi BEM Bersatu Cium Aroma Politisasi, Tuding Gerakan Mahasiswa Ditunggangi Jaringan Tertentu

"Itu menurut saya jadi aba-aba bahwa saya memang sedang diintai," kata Tiyo.

Usai acara di Semarang, Tiyo bertolak ke Yogyakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi di kawasan Gejayan.

Di tengah perjalanan, ponselnya tiba-tiba menerima notifikasi adanya perangkat pelacak bernama PBX Finder yang bergerak mengikuti rutenya.

Setelah aksi selesai, Tiyo memeriksa kendaraannya dan menemukan sebuah alat berbentuk kotak bermagnet yang menempel di bodi belakang mobil.

Teror ternyata berlanjut keesokan harinya saat ia hendak kembali ke Semarang.

Notifikasi pelacak kembali berbunyi, dan setelah digeledah, Tiyo menemukan alat kedua berbentuk lingkaran pipih yang dilakban hitam di area ban kanan belakang mobil.

Baca Juga: Wabup Tangerang Dorong Orang Tua dan Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter, Tekankan Fondasi Agama di Era Digital

Berdasarkan pelacakan sistem, alat kedua tersebut terdeteksi sudah terpasang sejak Jumat (12/6).

Tiyo menduga kuat bahwa pemasangan alat-alat tersebut sengaja dilakukan untuk menekan psikologisnya.

"Saya kira justru itulah letak di mana terornya terjadi. Bahwa ini sengaja dipasang untuk saya ketahui, supaya jadi alarm bagi diri saya bahwa ke mana pun saya pergi ada orang-orang yang tahu dan mengamati," pungkas Tiyo.

Atas temuan tersebut, Tiyo mengaku sedang mengkaji langkah hukum.

"Saya sedang pertimbangkan untuk laporkan sembari lakukan investigasi secara mandiri," ungkapnya secara terpisah.

Polda DIY Minta Tiyo Segera Buat Laporan Resmi

Merespons klaim dugaan pengintaian tersebut, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) akhirnya buka suara.

Pihak kepolisian mempersilakan Tiyo atau pihak yang dirugikan untuk segera membuat laporan resmi agar kasus ini memiliki dasar hukum untuk diselidiki.

"Kami mempersilakan saudara Tiyo atau pihak yang dirugikan untuk segera membuat laporan resmi ke Polda DIY.

Laporan tersebut penting sebagai dasar hukum bagi kami untuk melakukan penyelidikan secara prosedural, objektif, dan mendalam," ujar Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, dalam keterangan resminya.

Kombes Pol Ihsan menuturkan bahwa hingga saat ini jajarannya belum menerima laporan resmi apa pun dari pihak Tiyo.

Meski demikian, kepolisian menegaskan tetap melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi awal di lapangan demi menjaga kondusivitas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.