Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dikabarkan Tewas, Setelah Tempat Persembunyiannya Dijatuhi 30 Bom oleh Israel dan Amerika

AKURAT JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kompak menyebut Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan rudal sekutu zionis tersebut.
Donald Trump bahkan secara resmi mengumumkan bahwa Ali Khamenei telah tewas akibat serangan udara gabungan AS dan Israel yang menyasar jantung kota Teheran.
"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya, sebagaimana dilansir dari AFP pada Minggu (1/3/2026).
Baca Juga: Biadab! Israel dan Amerika Rudal Sekolah SD Putri Iran, 59 Siswi Tewas dan 60 Lainnya Luka-luka
Serangan masif tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu (28/2/2026). Militer AS dan Israel menargetkan kompleks kediaman Khamenei di Teheran dengan intensitas tinggi.
Menurut laporan media Channel 12 Israel, setidaknya 30 bom dijatuhkan tepat di titik koordinat yang diyakini sebagai persembunyian sang pemimpin.
"Ali Khamenei dilaporkan berada di bawah tanah saat serangan terjadi, namun kemungkinan besar ia tidak berada di dalam bunker pelindung utamanya," tulis laporan tersebut.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, turut menguatkan klaim tersebut dalam pidato televisinya. Netanyahu menyebut operasi mendadak ini sebagai langkah dahsyat untuk menghancurkan pusat komando Iran.
"Pagi ini, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei dihancurkan di jantung Teheran. Ada banyak indikasi kuat bahwa diktator ini sudah tidak bernyawa lagi," tegas Netanyahu.
Baca Juga: BI Pastikan Tidak Ada Penukaran Uang Baru Periode Ketiga, Masyarakat Diimbau Ke Bank Umum
Pejabat senior Israel yang dikutip oleh Reuters juga mengonfirmasi bahwa intelijen mereka meyakini Khamenei tidak selamat dalam operasi tersebut.
Di sisi lain, pemerintah Iran membantah kabar tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancara eksklusif dengan NBC News, membantah keras narasi kematian pemimpin mereka.
"Sejauh yang saya ketahui, Ayatollah Ali Khamenei masih hidup," ujar Araghchi langsung dari Teheran.
Araghchi menegaskan bahwa upaya AS dan Israel untuk melakukan perubahan rezim melalui serangan militer tidak akan berhasil.
"Anda tidak bisa mengganti rezim sementara jutaan rakyat masih mendukungnya," tambahnya.
Situasi di Timur Tengah kini berada dalam ketegangan tertinggi. Data dari Bulan Sabit Merah Iran menunjukkan skala kerusakan yang sangat besar.
Hingga Sabtu malam, tercatat sedikitnya 201 orang tewas dan 747 lainnya luka-luka akibat gempuran jet tempur AS dan Israel. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







